Perjalanan Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Usai Hampir 1 Abad Dikelola Chevron

Rabu, 11 Agustus 2021 - 18:12 WIB
Pada bulan Agustus 1941, lapangan minyak Duri ditemukan yang merupakan pertemuan minyak bumi pertama di Riau. Pada bulan Desember 1944, lapangan minyak Minas ditemukan.

Selanjutnya di bulan April 1952, lapangan minyak Minas mulai berproduksi dan perdana diekspor melalui Pelabuhan Perawang dan Pakning.

Di bulan Februari 1954, lapangan minyak Duri dengan minyak beratnya mulai berproduksi untuk pertama kalinya. Lalu kemudian pada September 1955 lapangan minyak Bekasap turut ditemukan. Pada tahun 1973, tepatnya di bulan Mei untuk pertama kali produksi minyak Blok Rokan mencapai 1 juta barel minyak per hari.

Juni 2018, Pertamina memenangkan lelang kontrak gross split sebagai pengelola Blok Rokan selanjutnya untuk 20 tahun ke depan. Hingga akhirnya pada 8 Agustus 2021 satu-satunya blok migas yang tertinggal dikelola Chevron berakhir dan selanjutnya dikelola oleh KSSK baru yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta PHR untuk memegang komitmennya dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi WK Rokan. Blok Rokan telah berkontribusi rata-rata 46% terhadap produksi minyak nasional, meskipun saat ini produksinya menurun menjadi 24% dari nasional.

"Ini harus menjadi komitmen Pertamina, mengingat Wilayah Kerja Rokan merupakan salah satu WK terbesar di Indonesia yang bernilai strategis dalam memenuhi target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030 mendatang," ungkap Arifin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!