Garap Proyek Pengadaan Listrik, Swasta Perlu Memahami Berbagai Hukumnya
Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:09 WIB
Yohanes mengatakan, untuk menjalani proyek pengadaan listrik, setiap swasta perlu memahami berbagai masalah hukumnya. Kalau tidak, dampaknya bisa menghambat proses pembangunan proyek. Foto/Dok
JAKARTA - Dalam struktur industri penyediaan tenaga listrik Indonesia saat ini, berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, PLN masih menjadi satu-satunya badan yang diprioritaskan untuk menyediakan tenaga listrik di Indonesia, dan juga satu-satunya pemilik sarana/aset untuk melakukan pengiriman dan pendistribusian listrik di dalam negeri.
Pihak swasta dapat memproduksi listrik untuk keperluannya sendiri ataupun untuk dijual. Namun apabila produksi listrik dilakukan dalam skala besar, pihak swasta harus melakukannya dengan mendirikan Pengembang Listrik Swasta (Independent Power Producer atau IPP) dan menjual tenaga listrik yang dihasilkannya kepada PLN dengan menandatangani Perjanjian Penjualan Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).
Baca Juga: Pesaing Tesla, Mobil Listrik Asal China Li Auto IPO di Bursa Hongkong
Kehadiran IPP sebagai investor sangat penting untuk mencapai target energi nasional karena PLN hampir tidak mungkin mengerjakan semua tugas tersebut dengan sendirinya. Oleh karena itu, perlu diciptakan iklim investasi yang tepat untuk meningkatkan pengembangan industrik listrik di Indonesia.
Pihak swasta dapat memproduksi listrik untuk keperluannya sendiri ataupun untuk dijual. Namun apabila produksi listrik dilakukan dalam skala besar, pihak swasta harus melakukannya dengan mendirikan Pengembang Listrik Swasta (Independent Power Producer atau IPP) dan menjual tenaga listrik yang dihasilkannya kepada PLN dengan menandatangani Perjanjian Penjualan Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).
Baca Juga: Pesaing Tesla, Mobil Listrik Asal China Li Auto IPO di Bursa Hongkong
Kehadiran IPP sebagai investor sangat penting untuk mencapai target energi nasional karena PLN hampir tidak mungkin mengerjakan semua tugas tersebut dengan sendirinya. Oleh karena itu, perlu diciptakan iklim investasi yang tepat untuk meningkatkan pengembangan industrik listrik di Indonesia.
Lihat Juga :