Garap Proyek Pengadaan Listrik, Swasta Perlu Memahami Berbagai Hukumnya
Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:09 WIB
Sayangnya, proyek pengadaan listrik oleh swasta di Indonesia seringkali mengalami kendala. Pada tahun 2017, dari 70 kontrak yang ditandatangani oleh PLN dengan IPP, hanya 17 proyek yang bisa maju ke tahap konstruksi. Sekitar 46 proyek harus dievaluasi kembali, atau bahkan dihentikan oleh pemerintah.
Kegagalan proyek tersebut diduga terjadi karena masalah keuangan, misalnya pinjaman yang tidak disetujui dan tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return atau IRR) yang tidak menarik. Banyak juga yang yakin bahwa harga pembelian listrik (Feed-In Tariff) yang diusulkan oleh pemerintah jauh lebih rendah daripada Biaya Penyediaan Pokok (BPP).
Yohanes Masengi adalah salah satu pengacara yang telah malang melintang selama lebih dari 15 tahun mewakili project company/project owner atau sponsor dalam menegosiasikan kontrak pembiayaan proyek ketenagalistrikan dan infrastruktur berskala besar di Indonesia.
Selain dari negosiasi kontrak, Yohanes Masengi juga berperan dalam pengadaan tanah untuk beberapa proyek besar. Salah satu transaksi besar yang pernah ditangani ialah mewakili PT Bhumi Jati Power dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara 2 x 1.000 MW (Tanjung Jati B 5&6) di Tanjung Jati B, Jepara, Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir Kasih Pesan ke PLN: Tidak Ada Lagi Proyek Aneh-aneh
Kegagalan proyek tersebut diduga terjadi karena masalah keuangan, misalnya pinjaman yang tidak disetujui dan tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return atau IRR) yang tidak menarik. Banyak juga yang yakin bahwa harga pembelian listrik (Feed-In Tariff) yang diusulkan oleh pemerintah jauh lebih rendah daripada Biaya Penyediaan Pokok (BPP).
Yohanes Masengi adalah salah satu pengacara yang telah malang melintang selama lebih dari 15 tahun mewakili project company/project owner atau sponsor dalam menegosiasikan kontrak pembiayaan proyek ketenagalistrikan dan infrastruktur berskala besar di Indonesia.
Selain dari negosiasi kontrak, Yohanes Masengi juga berperan dalam pengadaan tanah untuk beberapa proyek besar. Salah satu transaksi besar yang pernah ditangani ialah mewakili PT Bhumi Jati Power dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara 2 x 1.000 MW (Tanjung Jati B 5&6) di Tanjung Jati B, Jepara, Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir Kasih Pesan ke PLN: Tidak Ada Lagi Proyek Aneh-aneh
Lihat Juga :