NetApp Bidik Pasar Hybrid Cloud di Indonesia

Kamis, 12 Agustus 2021 - 21:46 WIB
Dia menyebutkan, tantangan utama proses transformasi layanan korporasi ke hybrid cloud saat ini, diantaranya inefisiensi, kesenjangan dalam kemampuan serta kemampuan memilih platform yang tepat.

“Di saat banyak perusahaan yang mulai mengadopsi hybrid cloud, namun beberapa di antara mereka baru bisa menerapkan hybrid cloud yang sifatnya masih cukup mendasar. Misalnya, belum dapat mengintegrasikan layanan dan aplikasi secara lintas bidang. Pendekatan-pendekatan hybrid cloud yang diterapkan saat ini masih banyak yang kurang matang,” ungkapnya.

Optimisme tersebut, juga didasari pada kepercayaan mitra kerja NetApp di sejumlah perusahaan multinasional, termasuk sektor pemerintahan, dimana salah satu mitra kerja yang memanfaatkan jasa mereka yakni Astra Zaneca maupun pemerintah federal USA.

Baca Juga: IBM Bentuk Tim 100 Orang untuk Percepat Migrasi ke Layanan Open Hybrid Cloud

Optimisme penetrasi ke pasar dalam negeri tersebut juga didasari pada prediksi International Data Corporation (IDC) 2021, bahwa lebih dari 90% perusahaan di Asia Pasifik akan mengandalkan campuran layanan antara penyimpanan lokal (on-premises) atau private cloud, public cloud maupun platform yang sudah ada sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur mereka. Di dalam negeri sendiri, telah tersedia platform layanan penyimpanan cloud diantaranya WAS, Azure, GCP serta yang terbaru Tencent Cloud asal China.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!