Surplus Perdagangan USD2,59 Miliar Belum Ngaruh ke Rupiah

Rabu, 18 Agustus 2021 - 17:03 WIB
Menurut analis keuangan, Ibrahim Assuaibi, realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan surplus pada Juni 2021 sebesar USD 1,32 miliar, tetapi masih lebih rendah dari surplus neraca dagang Juli 2020 yakni USD 3,26 miliar.

Menurutnya, pelaku pasar merespona positif pidato nota keuangan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo mengenai APBN 2022. Pelaku pasar melihat APBN 2022 itu dirancang antisipatif, responsif, dan fleksibel sebagai instrumen pemulihan ekonomi dan menghadapi berbagai ketidakpastian ke depan.

“Meski ekonomi diprediksi membaik di tahun 2022, pemerintah akan terus berhati-hati terhadap risiko ketidakpastian yang masih tinggi, baik itu yang berasal dari tidak meratanya pemulihan ekonomi secara global maupun risiko ketidakpastian penanganan pandemi,” katanya dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (18/8/2021).

Konsistensi pemerintah ini, lanjut Ibrahim, menjadikan APBN sebagai instrumen pemulihan sejak awal pandemi. Capaian strategi penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 yang mencapai 7,07%.

Selain itu, agenda reformasi struktural untuk peningkatan produktivitas, daya saing investasi dan ekspor, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan terus dilakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!