Garuda Indonesia Engga Selalu Buntung, Pendapatan Charter Penerbangan Naik 5 Kali Lipat

Kamis, 19 Agustus 2021 - 21:20 WIB
Sementara, pendapatan ancillary atau pelayanan penerbangan pada kuartal IV-2020 mencapai USD9,4 juta atau naik dari pendapatan di kuartal sebelumnya sebesar USD7,3 juta. Meski demikian, secara tahunan, ancillary maskapai penerbangan nasional itu mengalami penurunan drastis sebesar 48,1% akibat pandemi Covid-19.

"Pendapatan akselerry atau pelayanan penerbangan juga meningkat dibanding kuartal III posisi akhir tahun (2020) yaitu meningkat 7,3 juta dolar menjadi 9,4 juta dolar. Ini terjadi penurunan sebesar 48,1 persen bila dibandingkan dengan akhir posisi 2019 yaitu dari 87,3 juta dolar 45,3 juta dolar," tuturnya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Fokus Kembalikan Pesawat kepada Para Lessor

Untuk beban usaha perusahaan pada 2020, manajemen mencatat terjadi penurunan dari USD4,4 miliar menjadi USD3,3 miliar atau turun sekitar 26% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Beban usaha tentunya penurunannya tidak linier dibanding penurunan, dimana, beban usaha telah terjadi penurunan YoY dari 4,4 miliar dolar AS menjadi 3,3 miliar dolar AS atau turun sekitar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!