Artificial Intelligence Tidak Bisa Mencegah Kerugian Akibat BBM Oktan Rendah

Rabu, 01 September 2021 - 06:10 WIB
Kendaraan keluaran terbaru tetap diharuskan memakai bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi, seperti Pertamax series. Sebab, AI tidak bisa mencegah kerugian jika kendaraan dipaksa memakai BBM beroktan rendah. Foto/Dok
JAKARTA - Kendaraan keluaran terbaru yang sudah menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, tetap diharuskan memakai bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi , seperti Pertamax series . Sebab, AI tidak bisa mencegah kerugian jika kendaraan dipaksa memakai BBM beroktan rendah. Demikian disampaikan pakar motor bakar Institut Teknologi Bandung (ITB), Iman Kartolaksono Reksowardojo.

“Programming yang dilengkapi AI memang bisa beradaptasi supaya tidak merusak mesin. Tetapi, tetap saja ada batasnya. Jika terus-menerus memakai BBM beroktan rendah, maka tetap merugikan. Karena kosekuensinya adalah penurunan kinerja dan penurunan efiesiensi. Selain itu, emisi juga memburuk,” kata Iman kepada media hari ini.



Baca Juga: Meluruskan Pandangan BBM Ron Tinggi Lebih Mahal dan Boros, Pengamat: Pertamax Lebih Hemat

Menurut Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia (IABI) tersebut, pemrograman AI memang membuat motor lebih fleksibel terhadap kualitas BBM yang dikonsumsi. Namun fleksibilitas yang bisa diadaptasi melalui Engine Control Unit (ECU) tersebut, memiliki limit dan terdapat sistem yang dikompromikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!