Puluhan Juta Penumpang Pesawat Diramal Gagal Terbang Setelah 2023

Kamis, 02 September 2021 - 18:47 WIB
Merujuk pada perkiraan International Cairan Transport Association (IATA), recovery sektor penerbangan Indonesia terjadi pada pertengahan 2022. Namun, masa pemulihan tidak dibarengi dengan upaya investasi untuk mencukupi ketersediaan pesawat, maka akan terjadi gap.

Pemulihan demand juga tidak secepat pemulihan supply. Edwin menilai, perkara ini akan mengganggu kinerja sektor aviasi dan pariwisata bila tidak diatasi lebih awal.

Baca juga: Yusril Sebut Tanpa Ada Kesepakatan Awal Amendemen UUD 1945 Bisa Melebar ke Mana-Mana

"Artinya, recovery penerbangan ini, sektor aviasi dan pariwisata akan terhambat jika tidak ada investasi penambahan pesawat mulai tahun depan karena banyak pesawat yang sudah dikembalikan ke lessor," tutur dia.

Dia juga mengutarakan, pihaknya terus memantau proses restrukturisasi yang tengah dijalani Garuda.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!