Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Genjot Saham SMBR
Jum'at, 03 September 2021 - 06:33 WIB
“Kalau dilihat dari rencana strategisnya, saat ini SMBR terlibat dalam beberapa proyek pembangunan yang sedang dalam proses pengerjaan antara lain pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Muara Enim dan pembangunan Jalan Tol Ruas Indralaya-Prabumulih,” kata Reza kepada media di Jakarta, Jumat (3/9/2021).
Sebagai BUMN industri semen di wilayah Sumatera, perseroan mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi permintaan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Pada kuartal I/2021, penjualan semen di Sumatera naik 22% menjadi 452.931 ton.
Selain itu, kata dia, ada pula proyek-proyek swasta strategis di wilayah Bandar Lampung, Jambi, Kota Lampung Selatan, Lubuklinggau, dan sekitarnya. “Tentunya kebutuhan akan semen sebagai bahan dasar pembangunan dapat membuat permintaan akan semen SMBR bisa meningkat yang nantinya berimbas baik pada kinerjanya,” ujar Reza.
Reza menambahkan bahwa saat ini saham SMBR masih rendah, yaitu dia angka Rp665 dengan TP Rp745. “Adanya sentimen positif ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja harga sahamnya,” ujar dia.
Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet pun mengatakan bahwa prospek SMBR masih baik, mengingat banyak rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Sebagai BUMN industri semen di wilayah Sumatera, perseroan mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi permintaan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Pada kuartal I/2021, penjualan semen di Sumatera naik 22% menjadi 452.931 ton.
Selain itu, kata dia, ada pula proyek-proyek swasta strategis di wilayah Bandar Lampung, Jambi, Kota Lampung Selatan, Lubuklinggau, dan sekitarnya. “Tentunya kebutuhan akan semen sebagai bahan dasar pembangunan dapat membuat permintaan akan semen SMBR bisa meningkat yang nantinya berimbas baik pada kinerjanya,” ujar Reza.
Reza menambahkan bahwa saat ini saham SMBR masih rendah, yaitu dia angka Rp665 dengan TP Rp745. “Adanya sentimen positif ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja harga sahamnya,” ujar dia.
Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet pun mengatakan bahwa prospek SMBR masih baik, mengingat banyak rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Lihat Juga :