Harga Batu Bara Cetak Rekor, Saatnya Nyerok Saham Tambang?
Sabtu, 04 September 2021 - 11:00 WIB
Meskipun nantinya dapat mempengaruhi ke kinerja emiten produsen batu bara, kenaikan harga batu bara secara riil di lapangan tidak bisa langsung disesuaikan ke harga jual batu bara oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
"Yang saya tau, biasanya mereka ada hitungan sekian bps atau spread antara harga jual di lapangan dengan harga jual kontrak batubara yang menjadi acuan," kata dia.
Dia menyebut beberapa saham emiten produsen batu bara yang bisa diperhatikan investor, seperti saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).
Baca Juga: Rekrut Pekerja Anak Usia 14 Tahun, McD Bikin Heboh!
"ITMG termasuk dari emiten batubara yang terimbas kenaikan harga jual batubara, termasuk BUMI juga kan yang kemarin sempat mengalami perbaikan kinerja karena kenaikan harga jual batubara. Selain itu, juga ada ADRO, BYAN, HRUM, dan lainnya," ucapnya.
"Yang saya tau, biasanya mereka ada hitungan sekian bps atau spread antara harga jual di lapangan dengan harga jual kontrak batubara yang menjadi acuan," kata dia.
Dia menyebut beberapa saham emiten produsen batu bara yang bisa diperhatikan investor, seperti saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).
Baca Juga: Rekrut Pekerja Anak Usia 14 Tahun, McD Bikin Heboh!
"ITMG termasuk dari emiten batubara yang terimbas kenaikan harga jual batubara, termasuk BUMI juga kan yang kemarin sempat mengalami perbaikan kinerja karena kenaikan harga jual batubara. Selain itu, juga ada ADRO, BYAN, HRUM, dan lainnya," ucapnya.
(nng)
Lihat Juga :