Soal 'Tumor' Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Faisal Basri Unggah Tulisan Lawasnya

Minggu, 05 September 2021 - 14:30 WIB
Yang menjadi tanda tanya buat Faisal terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah keikutsertaan PTPN VIII. BUMN itu adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, sedangkan kereta cepat adalah proyek dengan high tech.

“Apakah pantas perusahaan perkebunan dipaksa berinvestasi di sektor perkeretaapian? Mengapa PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII yang merupakan salah satu di antara perkebunan milik negara tidak didorong untuk mengembangkan industri pengolahan produk-produk perkebunan saja?,” tuturnya.

Baca juga: Elektabilitas Naik, Demokrat: Rakyat Melihat Kami Tak Tergoda Kekuasan

Poin (ter)penting dari pandangan Faisal soal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah soal pendanaannya. Di sini, Faisal menyoroti soal besaran pinjaman, pembayaran bunga, dan cicilan dari pendanaan yang bermata uang China (renminbi). Pasalnya, selain seluruh penerimaan dari kereta cepat berbentuk rupiah, pun masalah kurs rupiah terhadap renminbi.

"Ingat pula, dalam lima tahun terakhir rupiah terdepresiasi 100 persen terhadap renminbi," tegasnya.

Faisal kemudian menutup pandangannya soal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. "Analisis maslahat-ongkos (cost-benefit analysis) proyek kereta cepat Jakarta-Bandung rasanya kurang meyakinkan. Kesannya terlalu dipaksakan".
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!