Bitcoin Jadi Alat Pembayaran Sah di El Salvador: Antara Ketakutan dan Kegembiraan
Rabu, 08 September 2021 - 06:19 WIB
"Saya selalu terbuka untuk berubah, tetapi kali ini saya tidak setuju. Pelanggan kami mengatakan mereka tidak akan membayar dalam Bitcoin. Di negara saya ada banyak orang yang buta huruf dan hampir tidak memiliki ponsel. Bukan tidak cerdas, tetapi mereka orang lama. Mereka tidak akan menggunakannya," jelasnya.
"Saat ini, saya tidak akan mengunduh aplikasi, tetapi suatu hari saya harus melakukannya. Saya tidak tertarik dengan USD30 yang akan mereka berikan, saya lebih suka, dan saya selalu melakukannya, dengan keringat di baju saya untuk mendapatkan uang," tegasnya.
Protes Bitcoin
Lebih dari 200 mesin uang tunai (ATM) baru sedang dipasang di seluruh negeri untuk memungkinkan dolar dikonversi menjadi Bitcoin.
Protes baru-baru ini terjadi di ibukota, San Salvador, dimana telah menunjukkan kurangnya kepercayaan di antara warga yang merasa tindakan menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dinilai langkah kontroversial pemerintah.
Pengawasan pemerintah
Banyak pemerintah di seluruh dunia, seperti China, pergi ke arah yang berlawanan dan berusaha membatasi adopsi cryptocurrency dengan peraturan yang ketat.
Namun, mantan penduduk El Salvador dan sekarang menjadi penggemar Bitcoin yang berbasis di AS, Gerson Martinez berpikir El Salvador tidak akan menjadi negara terakhir yang mengadopsi Bitcoin.
"Sulit untuk menggambarkan harapan dan kegembiraan itu membuat saya merasa bahwa negara kita adalah domino pertama yang jatuh dalam transisi yang tak terelakkan ini. Apa ini momen untuk orang Salvador," katanya.
"Saat ini, saya tidak akan mengunduh aplikasi, tetapi suatu hari saya harus melakukannya. Saya tidak tertarik dengan USD30 yang akan mereka berikan, saya lebih suka, dan saya selalu melakukannya, dengan keringat di baju saya untuk mendapatkan uang," tegasnya.
Protes Bitcoin
Lebih dari 200 mesin uang tunai (ATM) baru sedang dipasang di seluruh negeri untuk memungkinkan dolar dikonversi menjadi Bitcoin.
Protes baru-baru ini terjadi di ibukota, San Salvador, dimana telah menunjukkan kurangnya kepercayaan di antara warga yang merasa tindakan menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dinilai langkah kontroversial pemerintah.
Pengawasan pemerintah
Banyak pemerintah di seluruh dunia, seperti China, pergi ke arah yang berlawanan dan berusaha membatasi adopsi cryptocurrency dengan peraturan yang ketat.
Namun, mantan penduduk El Salvador dan sekarang menjadi penggemar Bitcoin yang berbasis di AS, Gerson Martinez berpikir El Salvador tidak akan menjadi negara terakhir yang mengadopsi Bitcoin.
"Sulit untuk menggambarkan harapan dan kegembiraan itu membuat saya merasa bahwa negara kita adalah domino pertama yang jatuh dalam transisi yang tak terelakkan ini. Apa ini momen untuk orang Salvador," katanya.
(akr)
Lihat Juga :