Penolakan Kenaikan Cukai Tembakau Semakin Meluas

Jum'at, 10 September 2021 - 10:36 WIB
DKN Gerbang Tani (GT) menggelar Istighosah Koalisi Tembakau bersama Petani Tembakau, Ulama, Anggota DPRD, Pelaku Industri Rokok Rumahan, Pedagang Asongan secara virtual.
JAKARTA - DKN Gerbang Tani (GT) menggelar Istighosah Koalisi Tembakau bersama Petani Tembakau, Ulama, Anggota DPRD, Pelaku Industri Rokok Rumahan, Pedagang Asongan secara virtual. Acara ini hasil kerja sama antara GT dengan PCNU Jember, Koalisi Tembakau Nasional dan DKW Garda Bangsa Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Ubaidillah Umar Sholeh, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur mengatakan pada 2020 produksi tembakau di Jawa Timur mencapai 85.000 ton dan hasil cukainya mencapai Rp164,8 trilliun. Menurutnya, Jawa Timur penyumbang tembakau terbesar kedua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kesejahteraan petani tidak sebanding dengan kontribusi petani tembakau menyumbang devisa negara,” kata Ubaidillah Umar.



(Baca juga:Cukai Rokok Naik, Buruh dan Petani di Jatim Was-was Kehilangan Pekerjaan)

Ubaidillah mengungkapkan, harga tembakau mengalami penurunan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Seperti harga 1 kilogram (kg) tembakau di Bondowoso hanya Rp4.200. “Kami di legislatif meminta kepada pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok , dengan alasan ini akan membebani petani,” ungkapnya.

“Saya mendorong Koalisi Tembakau, untuk peka terhadap petani tembakau. Serap aspirasi petani agar bisa kita perjuangkan bersama-sama. Tidak ada cara lain, harus menunda kenaikan cukai rokok,” sambung Ubaidillah yang juga Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur.

(Baca juga:Cukai Rokok Naik, Omzet Pedagang dan Koperasi Ritel Kian Terpukul)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!