Mentan: Pengembangan Pertanian Harus dengan Sinergi dan Kerja Keras

Minggu, 12 September 2021 - 12:49 WIB
“Peluang keterlibatan generasi muda sangat besar mengingat Indonesia mengalami bonus demografi, dicirikan dominannya jumlah penduduk usia produktif,” kata Mentan Syahrul.

(Baca juga:Dukung Petani Milenial, Kementan Gandeng Perbankan dan BUMN)

Mentan juga menekankan peran penting industri pupuk khususnya PT Pupuk Kaltim untuk mewujudkan kemajuan sektor pertanian, tidak boleh salah dan berspekulasi, tapi harus dengan sinergi dan kerja keras menggunakan teknologi modern termasuk pupuk berkualitas yang kuantitasnya terjamin.

“Oleh karena itu, saya mengajak Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim, mari kita menembus langit, sama-sama mengabdi untuk bangsa. Indonesia tidak boleh kalah dengan negara lain. Tidak boleh kalah dari Thailand, Vietnam,” pintanya.

Upaya pemerintah meningkatkan produksi beras tercatat berhasil. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir produksi beras dari 2018 hingga 2020 surplus, begitu pula 2021 diperkirakan surplus. Produksi beras 2018 surplus 4,37 juta ton; 2019 surplus 2,38 juta ton; dan 2020 surplus 1,97 juta ton. BPS pun mencatat sejak 2019 hingga September 2021 tidak ada impor beras medium.

(Baca juga:Kementan Dukung Pengembangan Agro Edu Farming di Cilacap)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!