Karyawan Kimia Farma Terduga Teroris, Ini Tanggapan Tim Erick Thohir
Selasa, 14 September 2021 - 17:02 WIB
Baca Juga: Diminta Setor Rp30 Triliun ke Negara, 5 BUMN Ini Jadi Andalan
Sistem proses rekrutmen terus diperbaharui Kementerian BUMN dan saat ini semakin diperketat semua perusahaan. Karena itu, diyakini terduga terpapar paham radikalisme di luar lingkungan BUMN dan terjadi dalam rentan waktu yang lama.
"Terkait rekrutmen di BUMN, ini kan karyawan Kimia Farma sudah lama juga, dan kita tahu ini bukan soal perekrutannya, tapi kan ini mungkin terpapar proses sudah lama juga lah. Jadi, kami di kementerian itu terus memperbaharui setiap rekrutmen, terus kita perbaharui dan memang kita ketat soal itu, sekarang ini sudah ketat lah," katanya.
Untuk mencegah kasus tersebut, pemegang saham pun menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan proses ideologisasi Pancasila di Kimia Farma dan BUMN lainnya.
Sistem proses rekrutmen terus diperbaharui Kementerian BUMN dan saat ini semakin diperketat semua perusahaan. Karena itu, diyakini terduga terpapar paham radikalisme di luar lingkungan BUMN dan terjadi dalam rentan waktu yang lama.
"Terkait rekrutmen di BUMN, ini kan karyawan Kimia Farma sudah lama juga, dan kita tahu ini bukan soal perekrutannya, tapi kan ini mungkin terpapar proses sudah lama juga lah. Jadi, kami di kementerian itu terus memperbaharui setiap rekrutmen, terus kita perbaharui dan memang kita ketat soal itu, sekarang ini sudah ketat lah," katanya.
Untuk mencegah kasus tersebut, pemegang saham pun menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan proses ideologisasi Pancasila di Kimia Farma dan BUMN lainnya.
(akr)
Lihat Juga :