Penjelasan BNI Terkait Dugaan Hilangnya Deposito Nasabah Rp45 Miliar
Kamis, 16 September 2021 - 17:36 WIB
Kemudian pada Maret 2021, berturut-turut datang Pihak yang mengatasnamakan IMB membawa tiga buah bilyet deposito tertanggal 1 Maret 2021 atas nama PT AAU, PT NB, dan IMB dengan total senilai Rp40 miliar. Lalu, HDK membawa tiga bilyet deposito atas nama HDK dan satu bilyet deposito atas nama HPT dengan total senilai Rp20,1 Miliar.
Adapun berdasarkan hasil investigasi Perseroan, ditemukan kejanggalan-kejanggalan yang kasat mata, yakni, pertama, seluruh Bilyet Deposito hanya berupa cetakan hasil scan (print scanned). Kedua, seluruh Bilyet Deposito yang ditunjukkan RY, AN, HDK dan HPT memiliki nomor seri bilyet deposito yang sama, serta Bilyet Deposito atas nama PT AAU, PT NB dan IMB nomor serinya tidak tercetak jelas, huruf kabur, atau buram.
"Seluruh Bilyet Deposito tersebut tidak masuk ke dalam sistem Bank dan tidak 7ditandatangani oleh pejabat Bank yang sah. Tidak ditemukan adanya setoran nasabah untuk pembukaan rekening deposito tersebut," kata dia.
Lalu, pada akhir Februari 2021, RY dan AN menyatakan telah menerima pembayaran atas Bilyet Deposito tersebut secara langsung dari MBS sebesar Rp50 Miliar, pembayaran tersebut dilakukan tanpa melalui dan melibatkan Bank.
Baca Juga: BNI Perkuat Bisnis Transactional Banking
Adapun berdasarkan hasil investigasi Perseroan, ditemukan kejanggalan-kejanggalan yang kasat mata, yakni, pertama, seluruh Bilyet Deposito hanya berupa cetakan hasil scan (print scanned). Kedua, seluruh Bilyet Deposito yang ditunjukkan RY, AN, HDK dan HPT memiliki nomor seri bilyet deposito yang sama, serta Bilyet Deposito atas nama PT AAU, PT NB dan IMB nomor serinya tidak tercetak jelas, huruf kabur, atau buram.
"Seluruh Bilyet Deposito tersebut tidak masuk ke dalam sistem Bank dan tidak 7ditandatangani oleh pejabat Bank yang sah. Tidak ditemukan adanya setoran nasabah untuk pembukaan rekening deposito tersebut," kata dia.
Lalu, pada akhir Februari 2021, RY dan AN menyatakan telah menerima pembayaran atas Bilyet Deposito tersebut secara langsung dari MBS sebesar Rp50 Miliar, pembayaran tersebut dilakukan tanpa melalui dan melibatkan Bank.
Baca Juga: BNI Perkuat Bisnis Transactional Banking
Lihat Juga :