Wow! Penjualan Produk Pangan di Toko Online Diramal Tembus Rp180 Triliun
Jum'at, 17 September 2021 - 14:44 WIB
Baca juga: Konsumen Online di Asia Tenggara Tumbuh 70 Juta Sejak Pandemi, Indonesia Tertinggi
Sementara itu, Lutfi menuturkan rantai dingin dalam perdagangan saat ini adalah sebuah keniscayaan. Tahun lalu, kapasitas rantai dingin produk pangan di Indonesia baru tersedia 1,73 juta ton dengan 10 ribu unit fasilitas pendingin, atau kurang dari 7 persen jika dilihat dari total produk potensial yang dilayani rantai dingin.
"Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan peningkatan kebutuhan fasilitas rantai dingin untuk pangan hingga 16 persen per tahun. Bahkan, pada industri farmasi peningkatannya mencapai 115 persen," terang Mendag.
Dia memperkirakan pasar rantai dingin global tumbuh dari USD212,24 miliar pada 2020 menjadi USD239,67 miliar pada tahun ini. Selain itu, pasar rantai dingin global juga akan tembus lebih dari USD344,51 miliar pada 2025 mendatang.
Sementara itu, Lutfi menuturkan rantai dingin dalam perdagangan saat ini adalah sebuah keniscayaan. Tahun lalu, kapasitas rantai dingin produk pangan di Indonesia baru tersedia 1,73 juta ton dengan 10 ribu unit fasilitas pendingin, atau kurang dari 7 persen jika dilihat dari total produk potensial yang dilayani rantai dingin.
"Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan peningkatan kebutuhan fasilitas rantai dingin untuk pangan hingga 16 persen per tahun. Bahkan, pada industri farmasi peningkatannya mencapai 115 persen," terang Mendag.
Dia memperkirakan pasar rantai dingin global tumbuh dari USD212,24 miliar pada 2020 menjadi USD239,67 miliar pada tahun ini. Selain itu, pasar rantai dingin global juga akan tembus lebih dari USD344,51 miliar pada 2025 mendatang.
(ind)
Lihat Juga :