Diskon PPN Jadi Angin Segar, Pengusaha Optimistis Rumah Tapak Bakal Laris
Kamis, 23 September 2021 - 19:50 WIB
Menurut dia, di masa pandemi sektor properti sempat sangat menurun drastis secara keseluruhan sangat terpukul pasarnya bahkan lebih 80-90 persen dan menyebabkan kepada perubahan gaya hidup.
“Selama ini rumah menengah ke bawah itu masih kurang gitu. Selain itu dari dari sisi pasar dan permintaan, itu dilihat pemerintah. Di luar rumah tapak ya itu pun ada (kelas-kelasnya) juga tetapi karena pandemi itu membuat orang berubah,” tuturnya.
Menurut mantan penyanyi itu, properti bisa mendorong pemulihan ekonomi melalui perputaran roda bisnis dari jual-beli properti maupun sektor pendukungnya khususnya di masa pandemi.
“Di samping dari adanya berbagai insentif dari pemerintah, untuk perumahan rakyat tidak terlalu terasa perubahan dan itu bahan dasar itu tidak terlalu berdampak,” tukasnya.
Baca juga: 7 Pajak Paling Aneh di Dunia, Ada Pajak Tato hingga Nyiram Toilet
“Selama ini rumah menengah ke bawah itu masih kurang gitu. Selain itu dari dari sisi pasar dan permintaan, itu dilihat pemerintah. Di luar rumah tapak ya itu pun ada (kelas-kelasnya) juga tetapi karena pandemi itu membuat orang berubah,” tuturnya.
Menurut mantan penyanyi itu, properti bisa mendorong pemulihan ekonomi melalui perputaran roda bisnis dari jual-beli properti maupun sektor pendukungnya khususnya di masa pandemi.
“Di samping dari adanya berbagai insentif dari pemerintah, untuk perumahan rakyat tidak terlalu terasa perubahan dan itu bahan dasar itu tidak terlalu berdampak,” tukasnya.
Baca juga: 7 Pajak Paling Aneh di Dunia, Ada Pajak Tato hingga Nyiram Toilet
Lihat Juga :