Catatan Pentingnya Standarisasi Buat Produk Vape

Rabu, 29 September 2021 - 07:46 WIB
Johan menyebut, kekhawatiran harga Vape lebih mahal atau tidak, itu pada dasarnya sama saja seperti awal bercukai. Dengan selisih harga 2800 per 60 Mili. Semua berpikir harga akan naik karena ada pertambahan cukai. Tapi faktanya normal - normal saja untuk harga retail.

"Harapannya dengan adanya SNI ini nanti tidak mengalami kenaikan harga. Jadi ibaratnya mengatur marjin saja dari produsen," paparnya.

Baca Juga: Kejelasan SNI Vape Dibutuhkan Demi Perlindungan Konsumen

Namun, sempat muncul kekhawatiran dari beberapa produsen liquid vape di Indonesia mengenai hal tersebut.Beberapa produsen khawatir jika nantinya standarisasi (SNI) diterapkan malahan akan memberatkan bagi sebagian produsen, dan konsumen.

"SNI sudah pasti akan menambah beban biaya dan akan membebani harga jualnya. Di tingkat konsumen juga pasti lebih mahal," tandasnya.

Johan mengungkapkan, AVI menjadi salah satu anggota komtek untuk perumusan SNI. Oleh karena itu pihaknya akan mengawal ketat penerapan SNI agar kepentingan konsumen tetap terpenuhi. Tapi juga bisa balance, jangan sampai nanti produsennya tumbang karena terlalu tinggi harganya.

"Karena bisnis Vape simbiosis mutualisme. Jadi harapannya kedua belah pihak bisa terakomodir dengan baik," jelasnya.

"Saran saya terkait SNI ini lakukan yang terbaik bagi industri ini. Konsumen dan produsennya jangan sampai nanti berat sebelah. Karena industri ini juga industri baru dan industri ini pastinya banyak sekali membawa manfaat bagi orang-orang yang butuh bantuan untuk berhenti merokok," tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!