Dua Subsektor Properti Paling Bertumbuh Saat Pandemi
Rabu, 06 Oktober 2021 - 19:55 WIB
Jika jumlah kepala keluarga mencapai 60 juta, artinya ada penambahan kebutuhan rumah 20% atau sekitar 12 juta rumah dalam 10 tahun ke depan. ‘’Estimasinya, dalam satu tahun kebutuhan rumah bertambah satu juta. Itu peluang pasar properti yang sangat menarik, karena kapasitas LPKR baru suplai sekitar 3.000 rumah per tahun," jelasnya. Melihat tingginya permintaan dan penjualan rumah tapak, LPKR merevisi target pra-penjualan tahun 2021 menjadi Rp4,2 triliun dari proyeksi awal tahun sebesar Rp3,5 triliun. Realisasi pra-penjualan LPKR mampu tumbuh 122% YoY (year on year) di Semester I/2021.
(Baca Juga : IHSG Ditutup Naik 2% ke Level 6.417, Ini Saham-saham yang Paling Cuan )
Jika target ini berhasil dicapai, pra-penjualan tahun 2021 naik 7% YoY dibandingkan dengan realisasi pra-penjualan tahun 2020 yang sebesar Rp 2,67 triliun. Sampai dengan Agustus 2021, LPKR telah berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun. Pencapaian tersebut didukung oleh peluncuran produk rumah tapak dengan harga terjangkau di Lippo Village dan penjualan produk pada anak usaha.
John mengungkapkan, subsektor logistik tumbuh cukup baik di tengah pandemi Covid-19 karena terdorong industri e-commerce. Di kawasan industri PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) misalnya, sekitar 20%-30% pembeli mengembangkan lahan untuk pergudangan. LPCK merupakan anak usaha LPKR yang mengembangkankawasan di Cikarang ‘’Logistik juga cukup bagus perkembangannya, karena ada pertumbuhan permintaan pergudangan,’’ tegasnya.
(Baca Juga : IHSG Ditutup Naik 2% ke Level 6.417, Ini Saham-saham yang Paling Cuan )
Jika target ini berhasil dicapai, pra-penjualan tahun 2021 naik 7% YoY dibandingkan dengan realisasi pra-penjualan tahun 2020 yang sebesar Rp 2,67 triliun. Sampai dengan Agustus 2021, LPKR telah berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun. Pencapaian tersebut didukung oleh peluncuran produk rumah tapak dengan harga terjangkau di Lippo Village dan penjualan produk pada anak usaha.
John mengungkapkan, subsektor logistik tumbuh cukup baik di tengah pandemi Covid-19 karena terdorong industri e-commerce. Di kawasan industri PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) misalnya, sekitar 20%-30% pembeli mengembangkan lahan untuk pergudangan. LPCK merupakan anak usaha LPKR yang mengembangkankawasan di Cikarang ‘’Logistik juga cukup bagus perkembangannya, karena ada pertumbuhan permintaan pergudangan,’’ tegasnya.
(dar)
Lihat Juga :