Harga Batu Bara Meroket, Pasokan ke Pembangkit PLN Jangan Sampai Terganggu

Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:41 WIB
Pengusaha batu bara wajib mematuhi aturan DMO yang telah ditetapkan pemerintah untuk memasok ke pembangkit listrik tenaga uap milik PLN. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Lonjakan harga batu bara dunia mencapai USD200 per ton dikhawatirkan mengganggu pasokan ke pembangkit listrik di dalam negeri. Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumiran menuturkan, lonjakan harga batu bara terjadi akibat adanya peningkatan pasokan komoditas.

Terlebih beberapa negara, seperti China sempat susah payah menyeimbangkan pasokan listrik dengan permintaan seiring pulihnya perekonomian pasca-pandemi. Bukan tidak mungkin krisis energi juga dapat terjadi di Tanah Air, saat pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit dalam negeri terpangkas.



Sebab itu, Tumiran mengingatkan agar para pengusaha batu bara di Tanah Air tetap menaati aturan kebijakan harga domestic market obligation (DMO) kepada PT PLN (Persero). "Pengusaha jangan hanya bicara untung, tetapi juga memastikan ketahanan pasokan batu bara Tanah Air. Harusnya ada pemahaman bersama untuk kepentingan dalam negeri," ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Krisis Listrik Makin Gawat, China Mau Impor Batu Bara dari Indonesia

Menurutnya, di tengah harga batu bara dunia yang sedang meroket, pengusaha sudah mendapat banyak keuntungan dari ekspor. Untuk itu, idealnya ketahanan pasokan batu bara jangan sampai terganggu.

Sebab jika krisis batu bara terjadi di PLN, maka akan berimbas pada pasokan listrik nasional. Dampaknya pun akan meluas. Tidak hanya ke PLN, tapi juga dirasakan ke para pelaku bisnis, industri hingga ke masyarakat. Defisit batu bara di PLTU bakal mengganggu perekonomian nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!