Kerek Pendapatan Usaha Tani, Stafsus Erick Thohir Ajak Petani Ikut Program Makmur

Jum'at, 08 Oktober 2021 - 22:40 WIB
Sementara itu, salah satu petani jagung sekaligus Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Syariah, Satria mengatakan bahwa produktivitas jagung yang ditanamnya mengalami peningkatan dari 6 ton per hektar menjadi sekitar 9 ton per hektar setelah bergabung pada program Makmur.

"Kami saya bersyukur atas program pemerintah, berupa program Makmur. Sebelumnya kami bergabung hasil kami jauh di bawah standar, setelah kami mengikuti program Makmur kami telah panen dua kali dan panen kami meningkat per hektar 9 ton sampai 10 ton," urainya.

Pupuk Indonesia menugaskan Pupuk Iskandar Muda menjadi project leader program Makmur di Provinsi Sumatera Barat. Program ini telah diimplementasikan di atas lahan seluas 90 hektar yang tersebar ke beberapa wilayah di Sumatera Barat. Petani yang tergabung berjumlah 178 orang.

Saat ini program Makmur kembali dilaksanakan di lahan seluas 20 hektar di Desa Malampah dengan komoditas yang ditanam adalah jagung. Adapun, rincian luas lahan program Makmur tersebar di desa Malampah, Kecamatan Tigo Nagari seluas 22 hektar. Desa Kota Baru, Kecamatan Kubung seluas 36 hektar, komoditasnya padi.

Selanjutnya di desa Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas seluas 20 hektar. Terakhir di desa Ranah Batahan, Kecamatan Sidomulyo yaitu seluas 12 hektar. Komoditas di dua desa ini adalah padi.

Program Makmur di Sumatera Barat juga nantinya akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo. Kedua perusahaan pelat merah ini berkomitmen dalam sektor permodalan dalam hal ini kredit usaha rakyat (KUR) dan jaminan asuransi pertanian.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!