Kedatangan TKA Diikuti Terbukanya Lapangan Kerja Bagi Tenaga Lokal

Selasa, 02 Juni 2020 - 13:53 WIB
"Untuk TKA datang itu kan khusus pembangunan smelter, saya rasa tidak akan bisa mereka kerjakan sendiri tanpa karyawan lokal, jadi harus berdampingan. Mereka datangnya 500 orang otomatis karyawan yang nanti direkrut akan banyak karena dari segi konstruksi, smelter itu rumit pembangunannya. Jadi pasti memerlukan tenaga kerja lokal," terang Jusman, yang sebelumnya berprofesi sebagai petani.

Selain Jusman, Isra (26), warga Kecamatan Bondoala, sempat dikirim ke China selama 1 tahun untuk memelajari proses peleburan nikel dan stainless steel. "TKA yang ada di sini terutama yang ahli-ahli sebenarnya mereka mau ngajarin kita bagaimana cara prosesnya. Kadang ada kendala bahasa tapi sekarang sedikit-sedikit belajar (bahasa China)," papar Isra.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yang juga pengurus Masjid Babulhair di Kendari, Rustam (66) juga menyampaikan aspek protokol kesehatan para TKA amat penting bagi masyarakat. "Saya kira tidak ada masalah. Yang penting yang datang itu benar-benar bersih dari Covid-19. Kan sudah ada aturan di situ, untuk bisa karantina selama 14 hari," ucap Rustam.

"Tidak boleh jika tidak steril di Kendari. Jika sudah steril ngapain dilarang lagi kan membangun perekonomian di Sulawesi Tenggara kan. Yang jelas jika tidak ada investor, tidak akan berkembang daerah kami," lanjutnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!