Tepati Janji, VDNI dan OSS Ngaku Rekrut 3.300 Tenaga Kerja Lokal di Konawe
Rabu, 09 Desember 2020 - 22:36 WIB
loading...
Pasca kedatangan 500 TKA asal China pada yang bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, PT VDNI dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) mengaku telah merekrut 3.300 tenaga kerja lokal. Foto/Dok
A
A
A
KONAWE - Pasca kedatangan 500 TKA (Tenaga Kerja Asing) asal China pada yang bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) mengaku telah merekrut sebanyak 3300 tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan janji dari perusahaan tersebut pada bulan Juni lalu bahwa tiap satu TKA berarti akan membuka ruang rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.
“Pada bulan Juli kita telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Konawe terkait perekrutan tenaga kerja lokal. Jumlah rekrutmen 3.300 ini belum akan berhenti karena target kami dengan Pemda adalah 5.000 tenaga kerja lokal,” ujar Juru Bicara VDNI dan OSS, Dyah Fadilat.
(Baca Juga: Menko Luhut: TKA China yang Masuk Akan Ciptakan Lapangan Kerja Baru, Percaya? )
Pada bulan Juli lalu, manajemen VDNI dan Pemerintah Kabupaten Konawe resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perekrutan tenaga kerja lokal (TKL). VDNI telah menyampaikan kebutuhan 5.000 karyawan yang perekrutannya akan ditangani oleh Pemkab Konawe.
Jumlah tersebut pun telah dikoordinasikan dengan Forkopimda, serta Pemerintah Daerah di Sulawesi Tenggara dan kabupaten/kota. Ada tujuh pembagian zonasi/klaster yang akan diterapkan dalam perekrutan 5.000 TKL tersebut, yang bertujuan untuk memastikan pemerataan karyawan yang direkrut berasal dari semua wilayah di sekitar perusahaan, terutama warga di tiga kecamatan yakni Morosi, Bondoala dan Kapoiala.
“Ini juga merupakan upaya kami untuk terus merapikan sistem rekrutmen tenaga kerja lokal, sehingga ke depan kami bisa terus berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja lokal, utamanya yang berada di lingkar Kawasan Industri Morosi,” tambah Dyah.
(Baca Juga: Menaker Bilang, Masuknya 500 TKA Bakal Serap 5.000 Tenaga Lokal )
“Pada bulan Juli kita telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Konawe terkait perekrutan tenaga kerja lokal. Jumlah rekrutmen 3.300 ini belum akan berhenti karena target kami dengan Pemda adalah 5.000 tenaga kerja lokal,” ujar Juru Bicara VDNI dan OSS, Dyah Fadilat.
(Baca Juga: Menko Luhut: TKA China yang Masuk Akan Ciptakan Lapangan Kerja Baru, Percaya? )
Pada bulan Juli lalu, manajemen VDNI dan Pemerintah Kabupaten Konawe resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perekrutan tenaga kerja lokal (TKL). VDNI telah menyampaikan kebutuhan 5.000 karyawan yang perekrutannya akan ditangani oleh Pemkab Konawe.
Jumlah tersebut pun telah dikoordinasikan dengan Forkopimda, serta Pemerintah Daerah di Sulawesi Tenggara dan kabupaten/kota. Ada tujuh pembagian zonasi/klaster yang akan diterapkan dalam perekrutan 5.000 TKL tersebut, yang bertujuan untuk memastikan pemerataan karyawan yang direkrut berasal dari semua wilayah di sekitar perusahaan, terutama warga di tiga kecamatan yakni Morosi, Bondoala dan Kapoiala.
“Ini juga merupakan upaya kami untuk terus merapikan sistem rekrutmen tenaga kerja lokal, sehingga ke depan kami bisa terus berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja lokal, utamanya yang berada di lingkar Kawasan Industri Morosi,” tambah Dyah.
(Baca Juga: Menaker Bilang, Masuknya 500 TKA Bakal Serap 5.000 Tenaga Lokal )
Lihat Juga :