Bahlil Ajak Investor Belanda Tanam Duit di Jawa Timur
Selasa, 12 Oktober 2021 - 16:55 WIB
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terbang ke Belanda untuk menjemput investasi di industri pakan ternak. Foto/Dok
AMSTERDAM - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia terbang ke Belanda untuk menjemput investasi di industri pakan ternak . Dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam, Bahlil menggelar pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition, Koen de Heus.
Pertemuan tersebut membahas rencana perluasan investasi De Heus senilai USD50 juta dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur. Ditambah serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.
Baca Juga: Jemput Investasi Sel Baterai, Bahlil Terbang ke Jerman Temui Petinggi VW
Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan bahan baku industri pakan ternak tersebut.
“Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (12/11/2021).
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 ha lahan baru Jagung di Indonesia, tepatnya di Papua dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.
Pertemuan tersebut membahas rencana perluasan investasi De Heus senilai USD50 juta dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur. Ditambah serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.
Baca Juga: Jemput Investasi Sel Baterai, Bahlil Terbang ke Jerman Temui Petinggi VW
Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan bahan baku industri pakan ternak tersebut.
“Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (12/11/2021).
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 ha lahan baru Jagung di Indonesia, tepatnya di Papua dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.
Lihat Juga :