Masih Adakah Bias Gender dalam Kredit Perbankan?

Selasa, 12 Oktober 2021 - 17:30 WIB
Kaum perempuan ternyata masih belum sepenuhnya merasakan nikmat berusaha, lantaran masih sulitnya mendapatkan kredit bank. Di sisi lain, bank juga tidak bisa disalahkan menurut pengamat. Foto/Dok
JAKARTA - Kaum perempuan ternyata masih belum sepenuhnya merasakan nikmat berusaha. Ini karena kaum perempuan kerap kali mengalami kesulitan ketika hendak mengajukan kredit ke perbankan yang akan digunakan sebagai modal usaha.

Dari kajian IFC (International Finance Corporation), menunjukkan 80% dari usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) yang dimiliki perempuan, memiliki kebutuhan kredit dan tidak terlayani atau kurang terlayani dengan baik. Hal ini menyebabkan ketimpangan pendanaan yang berjumlah hingga miliaran dolar.



Baca Juga: Kunci Pemulihan Ekonomi, Kebangkitan UMKM Perempuan Jadi Perhatian

Salah satu pelaku usaha perempuan adalah Nur Saswati. Nur merupakan Pelaku UMKM Keripik Singkong. Dia salah satu puan yang merasakan getir ketika berhadapan dengan pihak perbankan. Nur dianggap sebelah mata ketika hendak mengajukan kredit untuk usaha kripik singkongnya. Persoalannya karena Nur seorang perempuan.

"Karena saya perempuan, pihak bank meminta saya untuk izin kepada suami dalam bentuk tanda tangan. Kita tidak bisa langsung meminta pinjaman," kata Nur yang sudah memulai usaha keripik singkongnya sejak 2014 dalam acara webinar Literasi Digital Kominfo dengan tema "Bias Gender Dalam Kredit Perbankan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!