Ternyata Supermarket Canggih Sempat Buka di Indonesia, Tapi Kemudian Tutup

Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:35 WIB
"Makanya terus tutup, terlebih gara-gara pandemi tokonya jadi sepi, karena (biaya) sewanya kan jalan terus, jadi ditutup. Itu sempat ramai dan viral dulu sebelum pandemi. Kalau gak salah tahun ini ditutupnya, kalau gak salah bulan September. Padahal sempat ramai itu tokonya, lumayan diskonnya kadang-kadang melebihi yang di-online," tuturnya.

Dirinya menjelaskan bahwa untuk saat ini, e-commerce asal China itu bakal mengedepankan gerai fisik dengan mempekerjakan sumber daya manusia.

"Pertama karena pandemi di PIK Avenue saat itu sepi sekali, dan eranya mungkin di luar negeri masih bertahan lama yang namanya unmanned store yang terintegrasi sama atificial-intelligence. Nah kalau di sini (di Indonesia) sih tidak, tetap yang namanya toko harus ada orang yang menjaga," tegasnya.

Berkaitan sistem toko tak berawak, Deden menerangkan bahwa proses belanja dilakukan dengan cara mandiri oleh pelanggan.

"Tidak ada yang jaga, paling cuma yang di depan saja, kita masuk ke dalam, belanja-belanja barang, masukin ke keranjang, nanti habis itu langsung bayar, kita masuk ruangan nanti di-scan di seluruh badan kita otomatis. Nanti kebaca tuh barang kita apa aja dan totalnya berapa, dan terkoneksi ke kartu kredit kita," ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini JD.ID fokus dalam mengembangkan gerai dengan strategi online-to-offline (O2O). Terbaru, JD.ID membuka gerai offline yang berada di AEON Mall Sentul City, Bogor, Jawa Barat yang sepenuhnya menggunakan awak dan dapat dikunjungi secara tatap muka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!