Wamen Angela Tanoesoedibjo Minta Pelaku Industri Pariwisata Perkuat Kolaborasi
Selasa, 26 Oktober 2021 - 20:31 WIB
“Pengembangan pariwisata domestik yang lebih resilien, kita melihat di tahun 2019 sebelum pandemi ini tercatat wisatawan domestik melakukan 282,93 juta perjalanan dengan total pengeluaran senilai Rp307,35 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan wisatawan mancenegara yang tercatat senilai Rp280 triliun dengan jumlah 16,11 juta turis asing,” kata Angela.
Data ini memandu pemerintah dan seluruh ekosistem pariwisata untuk mengimplementasikan strategi pengembangan pariwisata domestik. Untuk mencapai ini, Angela menyebutkan Kemenparekraf meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata yang mencakup destinasi wisata, SDM, tata kelola serta manajemen, pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif, kearifan lokal, dan UMKM serta pengembangan ekosistem pariwisata digital.
“Seluruh pelaku pariwisata perlu melihat peluang digitalisasi, mulai penggunaan teknologi untuk efisisnesi, mempermudah akses dan peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan,” ujar Angela.
Pemerintah menetapkan destinasi tujuan wisata lain yang akan dikembangkan agar setara dengan Bali, yang disebut dengan Super Prioritas, antara lain Danau Toba di Sumatera Utara.
Baca Juga : Heran Harga Bisa Langsung Turun, YLKI Minta Struktur Biaya Tes PCR Dibuka
Kunjungan internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibuka pada 14 Oktber 2021. Kemenparekraf berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan pariwisata di Tanah Air. Pemulihan pariwisata akan dilakukan secara bertahap, seperti wisatawan mancanegara (wisman) yang sudah diizinkan kembali masuk ke Indonesia, dengan destinasi khusus di Bali dan Kepulauan Riau. Angela mengatakan Kemenparekraf optimistis bisnis pariwisata akan bangkit dan memulihkan perekonomian.
Data ini memandu pemerintah dan seluruh ekosistem pariwisata untuk mengimplementasikan strategi pengembangan pariwisata domestik. Untuk mencapai ini, Angela menyebutkan Kemenparekraf meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata yang mencakup destinasi wisata, SDM, tata kelola serta manajemen, pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif, kearifan lokal, dan UMKM serta pengembangan ekosistem pariwisata digital.
“Seluruh pelaku pariwisata perlu melihat peluang digitalisasi, mulai penggunaan teknologi untuk efisisnesi, mempermudah akses dan peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan,” ujar Angela.
Pemerintah menetapkan destinasi tujuan wisata lain yang akan dikembangkan agar setara dengan Bali, yang disebut dengan Super Prioritas, antara lain Danau Toba di Sumatera Utara.
Baca Juga : Heran Harga Bisa Langsung Turun, YLKI Minta Struktur Biaya Tes PCR Dibuka
Kunjungan internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibuka pada 14 Oktber 2021. Kemenparekraf berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan pariwisata di Tanah Air. Pemulihan pariwisata akan dilakukan secara bertahap, seperti wisatawan mancanegara (wisman) yang sudah diizinkan kembali masuk ke Indonesia, dengan destinasi khusus di Bali dan Kepulauan Riau. Angela mengatakan Kemenparekraf optimistis bisnis pariwisata akan bangkit dan memulihkan perekonomian.
Lihat Juga :