Didukung Pemerintah, Tahun Depan Sektor Properti Akan Tetap Tumbuh
Rabu, 27 Oktober 2021 - 22:17 WIB
Program Sejuta Rumah yang digencarkan oleh pemerintah, tentunya sangat mendorong perkembangan industri properti Tanah Air. Tahun depan, Kementerian PUPR telah mengalokasikan dana sebesar Rp33,2 triliun untuk mendukung penyediaan perumahan di Indonesia. Dengan demikian, akan ada sinergi bisnis dan dampak berantai buat sektor properti.
Makanya, Ketua Umum Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada tahun 2022. Keyakinan itu didorong oleh sentimen positif, seperti suksesnya program vaksinasi Covid-19 yang akan memicu pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang.
Dia menjelaskan, terdapat beberapa kombinasi insentif pemerintah yang diterapkan untuk memerangi dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian. Antara lain, UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 yang telah mulai berlaku, yang akan memangkas birokrasi perizinan, sehingga menciptakan lingkungan yang ramah bisnis.
Ditambah lagi, kebijakan restrukturisasi utang sebagai countercyclical policy oleh Otoritas Jasa Keuangan yang membantu pelaku usaha menghadapi masalah keuangan akibat pandemi. Penurunan suku bunga acuan (BI rate) ke rekor terendah, dan penerapan relaksasi PPN untuk properti apabila diperpanjang pada tahun 2022.
“Terbukti dari angka penjualan yang meningkat, kebijakan pemerintah di atas terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan & minat beli masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), Nicolas Kesuma, mengungkapkan pihaknya telah melakukan langkah strategis dalam meningkatkan peranan baja ringan di sektor properti. Antara lain peningkatan utilitas produksi seluruh Indonesia, pemberlakuan SNI wajib profil baja ringan SNI 8399-2017, persyaratan TKDN, dan tata kelola impor oleh pemerintah.
Makanya, Ketua Umum Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada tahun 2022. Keyakinan itu didorong oleh sentimen positif, seperti suksesnya program vaksinasi Covid-19 yang akan memicu pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang.
Dia menjelaskan, terdapat beberapa kombinasi insentif pemerintah yang diterapkan untuk memerangi dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian. Antara lain, UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 yang telah mulai berlaku, yang akan memangkas birokrasi perizinan, sehingga menciptakan lingkungan yang ramah bisnis.
Ditambah lagi, kebijakan restrukturisasi utang sebagai countercyclical policy oleh Otoritas Jasa Keuangan yang membantu pelaku usaha menghadapi masalah keuangan akibat pandemi. Penurunan suku bunga acuan (BI rate) ke rekor terendah, dan penerapan relaksasi PPN untuk properti apabila diperpanjang pada tahun 2022.
“Terbukti dari angka penjualan yang meningkat, kebijakan pemerintah di atas terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan & minat beli masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), Nicolas Kesuma, mengungkapkan pihaknya telah melakukan langkah strategis dalam meningkatkan peranan baja ringan di sektor properti. Antara lain peningkatan utilitas produksi seluruh Indonesia, pemberlakuan SNI wajib profil baja ringan SNI 8399-2017, persyaratan TKDN, dan tata kelola impor oleh pemerintah.
Lihat Juga :