Pemerintah Tegaskan Tak Pernah Tunjuk Lab Tertentu Sebagai Pelaksana Tes PCR

Selasa, 02 November 2021 - 15:56 WIB
Arya pun memaparkan data-data tes PCR di Indonesia. Dari data yang dihimpun Kementerian BUMN, pelaksanaan tes PCR di Indonesia hingga saat ini mencapai 28,4 juta. Sementara, tes PCR yang dilakukan oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan yang dikaitkan dengan Erick dan Luhut, hanya 700.000. "Dengan demikian, GSI hanya 2,5% dari total tes PCR yang sudah dilakukan di Indonesia. Hanya 2,5%! tegasnya.

Baca Juga: Pemerintah Ingin Tes PCR Dinikmati Rakyat dengan Harga Wajar

Persentase tersebut menurutnya membuktikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, bahkan tendensius. "Sebanyaki 97,5% tes dilakukan pihak lain. Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya. Kalau 30% atau 50% itu okelah bisa dikatakan GSI ini ada 'main'. Tapi ini hanya 2,5%," jelasnya.

Arya juga membeberkan soal kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Salah satu pemegang saham GSI diakuinya adalah Yayasan Adaro. Namun, yayasan itu hanya memiliki saham sebesar 6%. Di lain sisi, yayasan tersebut juga merupakan yayasan kemanusiaan.

Fakta lainnya, kata dia, Erick Thohir sejak diamanatkan menjadi menteri BUMN tidak lagi aktif mengurusi yayasan tersebut. "Jadi sangat jauhlah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Erick Thohir. Bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini juga sangat minim berperan di tes PCR," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!