Kongres AS Setujui RUU Infrastruktur Senilai Rp14,4 Kuadriliun

Sabtu, 06 November 2021 - 17:16 WIB
Kongres AS setujui RUU Infrastruktur Senilai USD1 triliun. Foto/Ist
JAKARTA - Setelah melalui perdebatan panjang seharian yang nyaris buntu, Partai Demokrat akhirnya sepakat meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Infrastruktur pada Kongres di Amerika Serikat (AS) .

RUU tersebut ditujukan untuk peningkatan infrastruktur seperti jalan raya, broadband dan infrastruktur pendukung lainnya yang nilainya mencapai USD1 triliun atau setara Rp14,4 kuadriliun. Setelah disepakati di Kongres, selanjutnya RUU akan dikirimkan ke presiden AS Joe Biden untuk ditandatangani dan disahkan menjadi undang-undang.

Mengutip Reuters, pemungutan suara pada Jumat (5/11/2021) malam membuahkan perolehan suara 228 banding 206 dengan kemenangan substansial bagi kubu Demokrat, partai pengusung Biden.



Hasil tersebut menjadi buah manis atas perdebatan panjang dan upaya Biden selama berbulan-bulan dalam mewujudkan agenda domestik di bawah pemerintahannya, terutama di bidang infrastruktur.



Pemerintahan Biden selanjutnya akan fokus mengawasi perbaikan jalan raya, kereta api, dan infrastruktur transportasi lainnya di Negeri Paman Sam. Hal ini juga sejalan dengan janjinya kampanyenya yang akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing AS.



Sementara itu, Partai Demokrat masih punya pekerjaan rumah dalam rangka mendorong kebijakan Biden lainnya yaitu RUU anggaran yang terkait perluasan jaring pengaman sosial dan program untuk mengatasi perubahan iklim. Dengan nilai mencapai USD1,75 triliun, paket kebijakan ini akan menjadi perluasan terbesar jaring pengaman sosial di AS sejak 1960-an.

Para pemimpin Demokrat pada Jumat malam kemarin berharap bisa meloloskan RUU tersebut bersamaan dengan RUU Infrastruktur. Namun, akhirnya ditunda akibat desakan dari kelompok sentris yang meminta dilakukan audit independen terkait nominal yang disebutkan, di mana proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More