Salurkan Kredit Rp5.652,8 Triliun, Kinerja Sektor Perbankan Kian Positif
Senin, 08 November 2021 - 10:48 WIB
Sedangkan, permodalan lembaga jasa keuangan terpantau kuat. Capital adequacy ratio industri perbankan sebesar 25,24%, jauh di atas threshold. Risk-based capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 587,74% dan 341,61%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%.
"Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,95x, jauh di bawah batas maksimum 10x," katanya.
Baca juga: Mengenal Roehana Koeddoes, Wartawati Pertama di Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari ini
Hingga September 2021, profil risiko lembaga jasa keuangan terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22% (NPL net: 1,04%) dan rasio NPF perusahaan pembiayaan turun ke 3,85%. Likuiditas industri perbankan berada pada level yang memadai.
Rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid (DPK) masing-masing pada level 152,8% dan 33,53%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%," tandas Anto.
"Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,95x, jauh di bawah batas maksimum 10x," katanya.
Baca juga: Mengenal Roehana Koeddoes, Wartawati Pertama di Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari ini
Hingga September 2021, profil risiko lembaga jasa keuangan terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22% (NPL net: 1,04%) dan rasio NPF perusahaan pembiayaan turun ke 3,85%. Likuiditas industri perbankan berada pada level yang memadai.
Rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid (DPK) masing-masing pada level 152,8% dan 33,53%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%," tandas Anto.
(uka)
Lihat Juga :