Siraman PMN 2022 Capai Rp35,5 Triliun, Garuda Indonesia Tak Kebagian
Senin, 08 November 2021 - 16:14 WIB
Kucuran penyertaan modal negara (PMN) pada 2022 disiapkan mencapai sebesar Rp35,5 triliun. Adapun Menkeu Sri Mulyani hanya akan memberikannya kepada 7 BUMN, tidak termasuk Garuda Indonesia. Foto/Dok
JAKARTA - Kucuran penyertaan modal negara (PMN) pada 2022 disiapkan mencapai sebesar Rp35,5 triliun. Adapun Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani hanya akan memberikannya kepada 7 BUMN, tidak termasuk Garuda Indonesia .
"Jumlah PMN untuk 2022 adalah Rp35,5 triliun," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (8/11/2021).
Baca Juga: Beban Utang Masa Lalu Garuda, Serikat Karyawan: Pemerintah Ikut Berperan
Menkeu Sri Mulyani menerangkan, pemberian PMN dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan BUMN atau lembaga yang mendapatkan penugasan pemerintah atau mendapatkan dampak saat Covid-19 dengan kinerja keuangan.
Adapun, 7 BUMN yang mendapatkan PMN adalah Perumnas, PT PLN (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT PII dan PT SMF.
Rinciannya, PMN untuk Perumnas sebesar Rp1,57 triliun akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan melanjutkan program pengadaan Satu Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Jumlah PMN untuk 2022 adalah Rp35,5 triliun," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (8/11/2021).
Baca Juga: Beban Utang Masa Lalu Garuda, Serikat Karyawan: Pemerintah Ikut Berperan
Menkeu Sri Mulyani menerangkan, pemberian PMN dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan BUMN atau lembaga yang mendapatkan penugasan pemerintah atau mendapatkan dampak saat Covid-19 dengan kinerja keuangan.
Adapun, 7 BUMN yang mendapatkan PMN adalah Perumnas, PT PLN (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT PII dan PT SMF.
Rinciannya, PMN untuk Perumnas sebesar Rp1,57 triliun akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan melanjutkan program pengadaan Satu Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Lihat Juga :