Proyek Kereta Cepat Kantongi PMN Rp4,3 T, KCIC: Kewajiban BUMN Setor Modal
Rabu, 10 November 2021 - 22:23 WIB
Dengan demikian, untuk penyertaan modal dari negara ini untuk memenuhi kebutuhan setoran base equity yang sudah menjadi kewajiban BUMN sponsor. Mengenai pembiayaan proyek, Mirza Soraya mempresentasikan sebanyak 75 persen berasal dari pinjaman China Development Bank.
"Jadi 75 persen dari pinjaman China, 25 persennya merupakan setoran modal dari konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium BUMN China. Dimana komposisinya adalah 60 persen BUMN Indonesia dan 25 persen BUMN China," pungkasnya.
Baca Juga: Update Terbaru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bisa Dipakai Akhir 2022
Kedepan, pihaknya berharap penyuntikan dana ini bisa mendorong upaya percepatan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sedang berjalan sehingga target operasional yang sudah ditetapkan bisa terwujud.
"Jadi 75 persen dari pinjaman China, 25 persennya merupakan setoran modal dari konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium BUMN China. Dimana komposisinya adalah 60 persen BUMN Indonesia dan 25 persen BUMN China," pungkasnya.
Baca Juga: Update Terbaru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bisa Dipakai Akhir 2022
Kedepan, pihaknya berharap penyuntikan dana ini bisa mendorong upaya percepatan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sedang berjalan sehingga target operasional yang sudah ditetapkan bisa terwujud.
(akr)
Lihat Juga :