Begini Fintamin Racikan Bank Jago untuk Kesehatan Finansial

Kamis, 11 November 2021 - 19:16 WIB
Fintamin D: Disiplin menabung dan investasi. Fintamin D memperkuat sistem imun finansial dengan menyisihkan dana secara rutin untuk masa depan yang lebih baik. Andy menjelaskan fitur Kantong Jago akan sangat membantu pengguna untuk disiplin dalam berinvestasi. Philip menyarankan Fintamin D dikonsumsi sejak dini dan konsisten. Menurutnya, investasi tidak perlu menunggu dananya terkumpul dulu.

Lalu, Fintamin E: Eksplor cadangan masa depan. Fintamin E membantu menemukan cuan, keahlian dan inspirasi uang tambahan lainnya. "Anjuran pemakaian: Aman dikonsumsi seumur hidup," katanya.

Fintamin K: Kolaborasi. Andy menjelaskan fitur Kantong Bersama membuat konsumsi Fintamin K menjadi lebih menyenangkan. Kantong bersama bisa digunakan untuk berbagai tujuan dengan melibatkan orang lain, sehingga proses mencapai tujuan menjadi lebih ringan, lebih cepat dan menyenangkan.

Sementara itu, Survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) per 25 Juni 2020 menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia, meskipun gemar menabung namun tidak memiliki ketahanan finansial, sehingga tidak siap menghadapi krisis ekonomi.

Baca Juga: 7 Kanal YouTube untuk Disimak Supaya Kamu Bisa Cerdas Finansial

Sebanyak 46% responden di Indonesia mengaku dana darurat yang mereka miliki hanya dapat menyambung hidup selama satu minggu. Kemudian 24% responden mengaku bisa bertahan dalam satu hingga enam bulan, 9% responden mengaku mereka bisa bertahan enam hingga diatas enam bulan, dan tidak tahu sebanyak 22%.

Data tersebut membawa Indonesia menduduki posisi empat terbawah dunia dalam daftar ketahanan finansial - berdasarkan jumlah kepemilikan dana darurat. Manajemen keuangan yang baik merupakan salah satu persoalan yang dihadapi oleh sebagian besar penduduk Indonesia.

Hal ini tercermin dari hasil survei yang menyatakan bahwa 57% responden di Indonesia mengaku selama satu tahun terakhir memiliki defisit keuangan, dimana kebutuhan hariannya melebihi pendapatan.

Pandemi Covid 19 memang menjadi penyebab utama, tapi bukanlah satu satunya faktor. Data di atas ironis, karena menurut survei yang sama, 99,7% responden Indonesia mengaku secara rutin menyisihkan penghasilannya untuk tabungan, dan 70,5% responden memiliki tujuan finansial jangka panjang.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!