Ah Keren! Cewek Cantik Ini Andalkan Medsos Kembangkan Bisnis Becaknya
Jum'at, 12 November 2021 - 09:00 WIB
Setelah pandemi Covid-19 mengerem laju ekonomi dan hampir mengosongkan jalan-jalan di Reno, Jaime merasakan pentingnya mempercepat kehadiran media sosial bisnisnya yang kuat.
“Bisnis saya tidak akan bertahan tanpa medsos. Itu adalah cara terbaik untuk mencapai segmen saya. Selain orang-orang di jalan dan hanya melihat becak, jalan berikutnya yang saya miliki adalah medsos,” jelas Jamie.
Sukses memanfaatkan Instagram, Pinterest, dan Facebook, permintaan layanan Becak Nanas tidak terhambat oleh pandemi. Menurut Jaime, banyak orang mencari cara baru untuk menghabiskan waktu di luar, seperti menjelajahi seluk beluk Kota Reno, dan itu bisa dilakukan dengan becaknya.
Untuk terus mengembangkan bisnis dan mengedukasi soal taksi tanpa asap itu, pada 2020 Jaime menghadirkan program empat tur, yaitu The Biggest Little Downtown Reno Tour, Biggest Little Midtown Mural Tour, Burning Man Art and Mural Tour, dan Biggest Little Brewery Tour.
Mengutip situsnya, pineapplepedicabs.com, biaya semua tour itu berkisar antara USD35 (Rp497 ribu) hingga USD100 (Rp1,42 juta) per orang. Lama tur antara 45 menit hingga 1 jam. Semua tur itu bisa dipesan lewat situsnya yang tertata apik.
Jaime, yang memulai bisnisnya sendiri dengan satu becak, kini telah mengembangkan armadanya menjadi lima becak dengan tim pengendara. Ke depan ketika pandemi semakin mereda, jumlah itu akan bertambah lagi.
Di luar itu, bisnis Becak Nanasnya juga menawarkan iklan digital di becak, yang nilainya tergantung durasi pemasangan. Durasi satu bulan sebesar USD375 (Rp5,3 juta), tiga bulan USD950 (Rp13,4 juta) dan opsi enam bulan USD1.750 (Rp24,8 juta).
Menariknya, meski bermula pada layanan becak, Becak Nanas mengklaim sebagai perusahaan periklanan yang ramah lingkungan. Becak Nanas mendedikasikan seluruh bisnisnya menjadi sahabat lingkungan.
“Bisnis saya tidak akan bertahan tanpa medsos. Itu adalah cara terbaik untuk mencapai segmen saya. Selain orang-orang di jalan dan hanya melihat becak, jalan berikutnya yang saya miliki adalah medsos,” jelas Jamie.
Sukses memanfaatkan Instagram, Pinterest, dan Facebook, permintaan layanan Becak Nanas tidak terhambat oleh pandemi. Menurut Jaime, banyak orang mencari cara baru untuk menghabiskan waktu di luar, seperti menjelajahi seluk beluk Kota Reno, dan itu bisa dilakukan dengan becaknya.
Untuk terus mengembangkan bisnis dan mengedukasi soal taksi tanpa asap itu, pada 2020 Jaime menghadirkan program empat tur, yaitu The Biggest Little Downtown Reno Tour, Biggest Little Midtown Mural Tour, Burning Man Art and Mural Tour, dan Biggest Little Brewery Tour.
Mengutip situsnya, pineapplepedicabs.com, biaya semua tour itu berkisar antara USD35 (Rp497 ribu) hingga USD100 (Rp1,42 juta) per orang. Lama tur antara 45 menit hingga 1 jam. Semua tur itu bisa dipesan lewat situsnya yang tertata apik.
Jaime, yang memulai bisnisnya sendiri dengan satu becak, kini telah mengembangkan armadanya menjadi lima becak dengan tim pengendara. Ke depan ketika pandemi semakin mereda, jumlah itu akan bertambah lagi.
Di luar itu, bisnis Becak Nanasnya juga menawarkan iklan digital di becak, yang nilainya tergantung durasi pemasangan. Durasi satu bulan sebesar USD375 (Rp5,3 juta), tiga bulan USD950 (Rp13,4 juta) dan opsi enam bulan USD1.750 (Rp24,8 juta).
Menariknya, meski bermula pada layanan becak, Becak Nanas mengklaim sebagai perusahaan periklanan yang ramah lingkungan. Becak Nanas mendedikasikan seluruh bisnisnya menjadi sahabat lingkungan.
Lihat Juga :