New Normal, BI Jabar Ajak UMKM Manfaatkan Akses Digital
Jum'at, 05 Juni 2020 - 17:28 WIB
Menurut Herawanto, Jabar memiliki potensi pangan yang cukup besar. Beberapa daerah menjadi lumbung pangan, seperti sayur, padi, dan lainnya. Sehingga ironis bila Jabar tidak ambil bagian pada bisnis pangan berbasis digital.
"Kami juga aktif kembangkan klaster pangan. Klaster ini menjadi prioritas, karena mereka mampu menjadi tonggak ekonomi. Tetapi klaster pangan ini, ada tantangan. Seperti kendala distribusi. Makanya, kami dukung klaster pangan Lembang Agri membuat website jualsayur.com masuk tanah digital," beber dia.
Saat ini, total ada 19 klaster yang menjadi bimbingan Bank Indonesia. Klaster ini akan terus ditingkatkan, untuk ikut serta menggerakkan ekonomi masyarakat. BI berkomitmen bersama-sama pemerintah daerah dan akademisi akan terus menghasilkan klaster ketahanan pangan yang andal bukan saja berprestasi tetapi memiliki daya tahan terhadap perubahan global yang terjadi.
"Kami juga aktif kembangkan klaster pangan. Klaster ini menjadi prioritas, karena mereka mampu menjadi tonggak ekonomi. Tetapi klaster pangan ini, ada tantangan. Seperti kendala distribusi. Makanya, kami dukung klaster pangan Lembang Agri membuat website jualsayur.com masuk tanah digital," beber dia.
Saat ini, total ada 19 klaster yang menjadi bimbingan Bank Indonesia. Klaster ini akan terus ditingkatkan, untuk ikut serta menggerakkan ekonomi masyarakat. BI berkomitmen bersama-sama pemerintah daerah dan akademisi akan terus menghasilkan klaster ketahanan pangan yang andal bukan saja berprestasi tetapi memiliki daya tahan terhadap perubahan global yang terjadi.
(bon)
Lihat Juga :