Biaya Sewa Pesawat Termahal di Dunia, Bos Garuda Akui Ada Kekeliruan
Jum'at, 12 November 2021 - 19:28 WIB
Pada awal pembicaraan kedua pihak, perusahaan penyewa justru mempertegas patokan bunga sewa yang diberikan kepada maskapai penerbangan pelat merah itu. Di mana, bunga yang diberikan untuk memperoleh keuntungan bisnis.
"Memang pertanyaan atau diskusi atau tanya jawab yang kami lakukan, mereka (lessor) mengatakan kalau orang lain jual harvard Rp1 miliar dan Anda jual Rp2 miliar, ya pantas dong saya sewa ke Anda 2 kali lipat," kata Irfan menyontohkan.
Namun, sejak 2012-2014 masing-masing pesawat yang sudah disewakan lessor tidak dikenakan bunga. Emiten dengan kode saham GIAA justru membayar sewa bulanan dengan jangka waktu sewa selama 8-12 tahun lamanya.
Baca juga: Terlilit Utang Rp139 Triliun, Nasib Garuda di Tangan Asing
Irfan enggan merinci secara pasti waktu pemberlakuan bunga sewa pesawat sebesar 24,7 persen yang ditetapkan lessor. Menurut dia, pada 2020 tunggakan manajemen kepada lessor mencapai USD854 juta atau setara Rp12,1 triliun. Nilai itu merupakan harga sewa dan di luar bunga sewa.
"Memang pertanyaan atau diskusi atau tanya jawab yang kami lakukan, mereka (lessor) mengatakan kalau orang lain jual harvard Rp1 miliar dan Anda jual Rp2 miliar, ya pantas dong saya sewa ke Anda 2 kali lipat," kata Irfan menyontohkan.
Namun, sejak 2012-2014 masing-masing pesawat yang sudah disewakan lessor tidak dikenakan bunga. Emiten dengan kode saham GIAA justru membayar sewa bulanan dengan jangka waktu sewa selama 8-12 tahun lamanya.
Baca juga: Terlilit Utang Rp139 Triliun, Nasib Garuda di Tangan Asing
Irfan enggan merinci secara pasti waktu pemberlakuan bunga sewa pesawat sebesar 24,7 persen yang ditetapkan lessor. Menurut dia, pada 2020 tunggakan manajemen kepada lessor mencapai USD854 juta atau setara Rp12,1 triliun. Nilai itu merupakan harga sewa dan di luar bunga sewa.
Lihat Juga :