Dato Low Tuck Kwong Kembali Borong Saham Perusahaan Sendiri
Selasa, 16 November 2021 - 14:11 WIB
Dato Low Tuck Kwong. Foto/Forbes
JAKARTA - Turunnya harga batu bara dan sentimen negatif yang ada di sektor komoditas tidak menghentikan langkah Dato Low Tuck Kwong untuk memperkuat kepemilikannya di PT Bayan Resources Tbk. Dia justru menambah jumlah sahamnya di BYAN.
Baca juga: China Jadi Penyebab Saham-saham Batu Bara Berguguran
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/11/2021), pria yang dijuluki raja batu bara ini tercatat kembali membeli saham emiten berkode BYAN sebanyak 111.400 saham dengan harga saham rata-rata Rp25.883,01. Untuk itu, Dato Low Tuck Kwong harus merogoh koceknya sekitar Rp2,8 miliar.
Transaksi dilakukan pada 10 -15 November 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.
Dengan tambahan tersebut, saham yang dimiliki Dato Low Tuck Kwong menjadi 1.838.817.030 saham dari sebelumnya 1.838.705.630 saham, atau dengan kepemilikan sebanyak 55,16% dari total saham BYAN.
Sebelumnya Dato Low Tuck Kwong juga membeli sebanyak 41.300 saham dengan harga saham rata-rata Rp26.079,24. Transaksi dilakukan pada 22, 25, dan 27 Oktober 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.
Baca juga: China Jadi Penyebab Saham-saham Batu Bara Berguguran
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/11/2021), pria yang dijuluki raja batu bara ini tercatat kembali membeli saham emiten berkode BYAN sebanyak 111.400 saham dengan harga saham rata-rata Rp25.883,01. Untuk itu, Dato Low Tuck Kwong harus merogoh koceknya sekitar Rp2,8 miliar.
Transaksi dilakukan pada 10 -15 November 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.
Dengan tambahan tersebut, saham yang dimiliki Dato Low Tuck Kwong menjadi 1.838.817.030 saham dari sebelumnya 1.838.705.630 saham, atau dengan kepemilikan sebanyak 55,16% dari total saham BYAN.
Sebelumnya Dato Low Tuck Kwong juga membeli sebanyak 41.300 saham dengan harga saham rata-rata Rp26.079,24. Transaksi dilakukan pada 22, 25, dan 27 Oktober 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.
Lihat Juga :