Dato Low Tuck Kwong Kembali Borong Saham Perusahaan Sendiri

Selasa, 16 November 2021 - 14:11 WIB
Pada penutupan perdagangan Senin kemarin (15/11), saham-saham batu bara utama atau big caps (berkapitalisasi pasar besar) ramai-ramai anjlok di tengah kabar dari hasil konferensi iklim baru-baru ini yang mengindikasikan masa depan suram bagi sektor batu bara.

Di samping itu, faktor lainnya yang juga mungkin berpengaruh terhadap koreksi saham batu bara saat ini adalah karena para investor terus merealisasikan aksi ambil untung lantaran saham batu bara sudah melonjak tinggi sepanjang tahun ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menggila di Eropa, Waspadai Munculnya Gelombang Ketiga di Indonesia

Sementara manajemen BYAN menargetkan produksi batu bara hingga 50 juta ton per tahun mulai 2022 seiring dengan selesainya proyek jalan angkutan (haul road) dan fasilitas pemuatan tongkang (barge loading) pada 2022.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!