Jokowi Mengingatkan Indonesia Punya Kekuatan Besar di Ekonomi Hijau
Kamis, 18 November 2021 - 20:11 WIB
“Kita ini memiliki baru satu sungai, Sungai Kayan ini kurang lebih nanti bisa memproduksi kurang lebih 11.000-13.000 mega watt. Baru satu sungai. Indonesia ini memiliki 4.400 lebih sungai besar dan sungai sedang. 4400 lebih. Kita bicara baru satu sungai, sungai kayan. Sungai Mamberamo itu bisa kira-kira 24.000 mega watt. Ini baru dua sungai. Kalau 4400 sungai ini dilarikan ke hydropower kita bisa membayangkan baru yang namanya hydropower,” paparnya.
Baca Juga: Menko Airlangga Akui Cari Sumber Pembiayaan Proyek Energi Fosil Makin Susah
Selain itu Jokowi juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki geothermal. Potensinya tidak main-main yakni sebesar 29.000 megawatt jika dikerjakan secara serius.
“Belum kita urusan angin, urusan arus bawah laut gede banget. Belum bisa ngitung yang ini. Inilah kekuatan yang harus kita sadari dan segera kita manfaatkan untuk ke depan anak cucu kita. Kekuatan ini yang ingin kita siapkan,” ujarnya.
Bahkan menurutnya sudah ramai investor ingin masuk dalam pembangunan green industrial park. “Dan nanti di bulan depan, kita mulai lagi green industrial park. Satu dulu, ini sudah ngantri yang pengen masuk karena apa? Energinya hijau. Tapi butuh investasi yang sangat besar dan kita nggak punya kemampuan. Sehingga swasta silahkan masuk,” pungkasnya.
Baca Juga: Menko Airlangga Akui Cari Sumber Pembiayaan Proyek Energi Fosil Makin Susah
Selain itu Jokowi juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki geothermal. Potensinya tidak main-main yakni sebesar 29.000 megawatt jika dikerjakan secara serius.
“Belum kita urusan angin, urusan arus bawah laut gede banget. Belum bisa ngitung yang ini. Inilah kekuatan yang harus kita sadari dan segera kita manfaatkan untuk ke depan anak cucu kita. Kekuatan ini yang ingin kita siapkan,” ujarnya.
Bahkan menurutnya sudah ramai investor ingin masuk dalam pembangunan green industrial park. “Dan nanti di bulan depan, kita mulai lagi green industrial park. Satu dulu, ini sudah ngantri yang pengen masuk karena apa? Energinya hijau. Tapi butuh investasi yang sangat besar dan kita nggak punya kemampuan. Sehingga swasta silahkan masuk,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :