Menko Airlangga Akui Cari Sumber Pembiayaan Proyek Energi Fosil Makin Susah
Senin, 26 April 2021 - 13:11 WIB
loading...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, lembaga penyedia dana lebih suka membiayai proyek-proyek yang ramah lingkungan daripada proyek berbasis energi fosil. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, lembaga penyedia dana lebih suka membiayai proyek-proyek yang ramah lingkungan daripada proyek berbasis energi fosil . Indonesia sendiri memiliki potensi energi terbarukan (EBT) yang beragam, mulai dari tenaga air, angin hingga matahari.
"Biaya teknologi EBT semakin murah membuat EBT menjadi lebih kompetitif. Kita lihat sumber dan akses pembiayaan semakin sulit untuk fosil dan memudahkan untuk EBT," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam video virtual, Senin (26/4/2021).
Baca Juga: Percepat Migrasi ke Energi Terbarukan, Luhut: Kami Akan Kerja Keras
Dia menjelaskan, pasar global mulai menilai produk hasil industri yang memiliki catatan carbon footprint yang rendah. Carbon footprint ialah jumlah gas efek rumah kaca termasuk karbon dioksida dan gas metana dari suatu kegiatan.
"Produk industri pengolahan dilihat dari hasil listriknya, sumber energi listrik dari fosil jadi tidak lebih menjanjikan daripada EBT. Hal ini tentu berdampak pada ekspor hasil produk industri pengolahan," imbuhnya.
"Biaya teknologi EBT semakin murah membuat EBT menjadi lebih kompetitif. Kita lihat sumber dan akses pembiayaan semakin sulit untuk fosil dan memudahkan untuk EBT," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam video virtual, Senin (26/4/2021).
Baca Juga: Percepat Migrasi ke Energi Terbarukan, Luhut: Kami Akan Kerja Keras
Dia menjelaskan, pasar global mulai menilai produk hasil industri yang memiliki catatan carbon footprint yang rendah. Carbon footprint ialah jumlah gas efek rumah kaca termasuk karbon dioksida dan gas metana dari suatu kegiatan.
"Produk industri pengolahan dilihat dari hasil listriknya, sumber energi listrik dari fosil jadi tidak lebih menjanjikan daripada EBT. Hal ini tentu berdampak pada ekspor hasil produk industri pengolahan," imbuhnya.
Lihat Juga :