Raih Penghargaan Bergengsi, Aplikasi Investasi Reksa Dana Ini Makin Semangat

Kamis, 18 November 2021 - 18:54 WIB
Terus mendorong investasi di kalangan generasi muda Indonesia, membawa aplikasi investasi reksa dana Bibit.id. meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Foto
JAKARTA - Terus mendorong investasi di kalangan generasi muda Indonesia, membawa Bibit.id. meraih penghargaan bergengsi. Aplikasi investasi reksa dana untuk pemula ini baru saja memenangkan penghargaan bergengsi dari dalam dan luar negeri.

Pertama, di tanggal 11 November 2021, Sigit Kouwagam, CEO Bibit.id, menjadi pemenang dari SFF Global Fintech Awards 2021 untuk kategori “ASEAN Fintech Leaders”. Penghargaan ini diberikan oleh Singapore FinTech Association kepada lima tokoh pemimpin di industri fintech se-ASEAN setelah melewati seleksi ketat oleh panel independen, yang dipimpin oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) Singapura, dari hampir 300 kandidat.



Baca Juga: Tembus 4 Juta Investor, Reksa Dana Jadi Mainan Baru Milenial

Yang terbaru, pada ajang CNBC Indonesia Awards 2021 yang dihelat tanggal 15 November kemarin, Bibit.id diganjar penghargaan “The Best Fintech Company”. Bibit.id mengalahkan kandidat lain dengan skor 95 (dari skala 1-100) dengan poin keunggulan terutama pada pengemasan layanan yang berbasis pengalaman pengguna, kemudahan, kenyamanan, dan fleksibilitas.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh tim di Bibit yang telah berupaya maksimal dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia serta seluruh pengguna yang berjalan bersama kami dari waktu ke waktu. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, menjawab kebutuhan pengguna, dan melanjutkan upaya-upaya edukasi kami agar semakin banyak orang yang bisa memiliki masa depan keuangan yang lebih baik melalui investasi di pasar modal,” kata CEO Bibit.id., Sigit Kouwagam.

Menurut Sigit, kedua penghargaan ini menjadi penyemangat bagi keluarga besar Bibit.id untuk menghadirkan pengalaman berinvestasi yang mudah, aman, dan nyaman bagi lebih dari dua juta penggunanya. Namun, di saat yang sama menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat masih jauh dari kata selesai. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, indeks literasi keuangan di Indonesia masih berada di kisaran 38%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!