PLTU Dipensiunkan, Ratusan Ribu Pekerja Tambang Terancam Nganggur
Selasa, 23 November 2021 - 15:25 WIB
Mamit menjelaskan, dalam satu area produksi batu bara, terdapat puluhan ribu orang yang terlibat. Kondisi itu membuat ekonomi daerah sekitar tumbuh.
Jadi penutupan PLTU, selain akan berdampak pada tenaga kerja, ekonomi lokal juga berpotensi melemah. Selain itu, tarif listrik bisa naik karena biaya produksi energi terbarukan, yang menggantikan energi batu bara, juga tinggi. Atau, ada potensi kenaikan subsidi yang diberikan oleh negara.
Mengutip data Booklet Batu Bara Kementerian ESDM tahun 2020, industri batu bara menyerap kurang lebih 150.000 tenaga kerja pada tahun 2019. Komposisi pekerja asingnya 0,1%, artinya 99,9% pekerja di industri ini adalah warga Indonesia.
Selain itu, menurut data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, per November 2020, Izin Usaha Pertambangan (IUP) di sektor batu bara berjumlah 1.167 IUP.
Jumlah ini terdiri dari IUP eksplorasi sebanyak enam dan IUP operasi produksi sebanyak 1.161. Tentunya, langkah memensiunkan PLTU akan turut berdampak pada ribuan bisnis di sektor ini.
Jadi penutupan PLTU, selain akan berdampak pada tenaga kerja, ekonomi lokal juga berpotensi melemah. Selain itu, tarif listrik bisa naik karena biaya produksi energi terbarukan, yang menggantikan energi batu bara, juga tinggi. Atau, ada potensi kenaikan subsidi yang diberikan oleh negara.
Mengutip data Booklet Batu Bara Kementerian ESDM tahun 2020, industri batu bara menyerap kurang lebih 150.000 tenaga kerja pada tahun 2019. Komposisi pekerja asingnya 0,1%, artinya 99,9% pekerja di industri ini adalah warga Indonesia.
Selain itu, menurut data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, per November 2020, Izin Usaha Pertambangan (IUP) di sektor batu bara berjumlah 1.167 IUP.
Jumlah ini terdiri dari IUP eksplorasi sebanyak enam dan IUP operasi produksi sebanyak 1.161. Tentunya, langkah memensiunkan PLTU akan turut berdampak pada ribuan bisnis di sektor ini.
Lihat Juga :