Lebih Ramping, BUMN Berpendapatan Kurang dari Rp50 Miliar Bakal Dilego
Selasa, 23 November 2021 - 15:51 WIB
Menurut dia, jika prioritasnya BUMN kelas menengah besar maka kriteria produk dan jasanya harus yang masih dibutuhkan publik. Selain itu, tingkat kesehatan dari BUMN tersebut juga harus baik.
"Sementara BUMN lain yang produk jasanya sudah relatif bisa digantikan pemain lain dan tingkat kesehatannya tidak terlalu baik, mungkin alternatif untuk divestasi bisa menjadi opsi," bebernya.
Baca juga: Erick Thohir Minta Toilet di SPBU Pertamina Gratis, Ahok: Tanya ke Dirut!
Toto menambahkan, untuk BUMN yang pendapatannya kurang dari Rp50 miliar namun masih sehat maka pemerintah bisa mempertimbangkan untuk mempertahankan perusahaan tersebut sepanjang produk dan jasanya masih dibutuhkan masyarakat.
"Sepanjang punya diferensiasi yang pas, barangnya bisa dicari publik, saya kira opsi pemerintah bisa dipertimbangkan sehingga pemerintah bisa fokus membesarkan mengantarkan BUMN tersebut jadi pemain global," tandasnya.
"Sementara BUMN lain yang produk jasanya sudah relatif bisa digantikan pemain lain dan tingkat kesehatannya tidak terlalu baik, mungkin alternatif untuk divestasi bisa menjadi opsi," bebernya.
Baca juga: Erick Thohir Minta Toilet di SPBU Pertamina Gratis, Ahok: Tanya ke Dirut!
Toto menambahkan, untuk BUMN yang pendapatannya kurang dari Rp50 miliar namun masih sehat maka pemerintah bisa mempertimbangkan untuk mempertahankan perusahaan tersebut sepanjang produk dan jasanya masih dibutuhkan masyarakat.
"Sepanjang punya diferensiasi yang pas, barangnya bisa dicari publik, saya kira opsi pemerintah bisa dipertimbangkan sehingga pemerintah bisa fokus membesarkan mengantarkan BUMN tersebut jadi pemain global," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :