Rizal Ramli: Segera Ubah Strategi Agar Keluar dari Krisis

Rabu, 22 April 2020 - 19:30 WIB
"(Saya tanya kata mereka tahun 1998) Kita tutup buka lagi, tapi enggak hancur kaya gini. Tapi, seolah-olah ada stability di-doping pinjaman dengan bunga yang tinggi. Seolah-olah ada kesan semua oke. Tapi utang luar negeri besar sekali. Ini akan menambah masalah lagi," tutur Rizal Ramli.

Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu juga menyoroti sikap pemerintah yang sempat sesumbar karena mengklaim Covid-19 belum masuk ke Tanah Air pada Januari 2020. Bukannya mempersiapkan amunisi untuk mencegah dampak dari pandemi Covid-19, pemerintah justru malah asik sibuk saling bantah. Padahal ada penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran di Tanah Air kalau Covid-19 sudah masuk Indonesia saat itu.

"Kita kehilangan dua setengah bulan berharga (untuk) bantah-bantahan (Covid-19 sudah masuk atau belum). Pejabat kita paling doyan membantah masukan dan kritikan yang benar," katanya lagi.

Meski demikian, Rizal Ramli menilai, belum ada kata terlambat bagi pemerintah untuk membangkitkan perekonomian bila sesegera mungkin mengubah strategi. Bahkan sambungnya, Indonesia bisa mengejar tiga negara yang akan menjadi super power dalam 10 tahun mendatang, sebagaimana yang diperkirakan para analis ekonomi. Ketiga negara itu adalah Vietnam, India, dan Meksiko.

Menurutnya, jika ekonom-ekonom yang ada di lingkar pemerintahan diisi orang-orang hebat, maka Indonesia bisa menyodok ke urutan empat. Selain hebat, ekonom-ekonom itu juga harus mampu keluar dari jerat ketergantungan dengan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!