Harga CPO Diramal Masih Tinggi hingga 2022, Petani Harus Untung

Kamis, 02 Desember 2021 - 22:25 WIB
Menurut dia, harga yang tinggi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap ekspor produk sawit. Namun, bagi konsumen dalam negeri, harga CPO yang tinggi akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng. "Kenaikan harga ini harus memberikan manfaat terutama bagi pendapatan petani kecil dan pendapatan negara dari devisa ekspor," ungkapnya.

Togar memprediksi produksi CPO di tahun 2022 akan mencapai 48 juta ton atau naik 2,95% dari tahun sebelumnya. Sementara permintaan sawit dalam negeri tahun depan diperkirakan mencapai 20,1 juta ton atau naik 7,13% dari tahun 2021.

Baca juga: Terungkap, Punya Lahan 1 Ha Sawit Bisa Panen 10 Ton CPO per Tahun

Untuk biodiesel diperkirakan akan meningkat 13,96% dari 7,31 juta ton menjadi 8,34 juta ton. "Sementara permintaan oleokimia diperkirakan naik tipis 1,98% dibanding tahun 2021," jelasnya.

Adapun untuk ekspor tahun 2022 diprediksi mencapai 34,4 juta ton atau naik 3,18% dari tahun 2021. "Ini yang perlu diperhatikan pada akhir tahun 2022 adalah sisa stok sawit kemungkinan di bawah 2 juta ton," bebernya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!