Dampak PPKM Ketat Libur Nataru, Bisa Redam Gejolak Inflasi
Jum'at, 03 Desember 2021 - 21:55 WIB
Inflasi lebih tinggi diperkirakan akan relatif minimal seiring dengan kebijakan PPKM ketat libur Nataru. FOTO/Shutterstock
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan inflasi masih berpotensi menguat secara bertahap seiring dengan perkembangan positif mobilitas masyarakat pascapelonggaran PPKM . Natal dan Tahun Baru (Nataru) diperkirakan menjadi momen peningkatan konsumsi sehingga dapat mendorong kenaikan inflasi.
"Namun, potensi tekanan inflasi lebih tinggi diperkirakan akan relatif minimal seiring dengan kebijakan pemerintah menghapus libur Nataru serta penerapan kebijakan pengetatan PPKM di seluruh wilayah Indonesia," kata dia, di Jakarta, Jumat (3/12/2021).
Baca Juga: Mudik Nataru, Rumah Warga Bekasi Bakal Ditempel Stiker
Dia menjelaskan, naiknya inflasi November terutama disumbang oleh inflasi inti dan harga yang diadministrasikan atau administered price seiring dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat karena pandemi yang mulai terkendali. Hal ini terjadi di tengah inflasi komponen makanan bergejolak atau volatile food yang sedikit melambat.
"Namun, potensi tekanan inflasi lebih tinggi diperkirakan akan relatif minimal seiring dengan kebijakan pemerintah menghapus libur Nataru serta penerapan kebijakan pengetatan PPKM di seluruh wilayah Indonesia," kata dia, di Jakarta, Jumat (3/12/2021).
Baca Juga: Mudik Nataru, Rumah Warga Bekasi Bakal Ditempel Stiker
Dia menjelaskan, naiknya inflasi November terutama disumbang oleh inflasi inti dan harga yang diadministrasikan atau administered price seiring dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat karena pandemi yang mulai terkendali. Hal ini terjadi di tengah inflasi komponen makanan bergejolak atau volatile food yang sedikit melambat.
Lihat Juga :