Bisnis Properti Cerah, LPKR Diproyeksi Raup Pendapatan Rp15,48 T di 2022
Rabu, 08 Desember 2021 - 14:08 WIB
"Pendapatan LPKR turut ditopang penjualan apartemen dan rumah tapak yang sudah dibangun. Dapat diperkirakan bahwa LPKR memiliki persediaan properti Rp1,2 triliun," ujarnya.
Kinerja LPKR juga ditandai dengan naiknya pendapatan sepanjang 9 bulan di tahun 2021. Pendapatan LPKR naik 44% YoY (year on year) menjadi Rp10,9 triliun dan EBITDA naik sebesar 84% menjadi Rp2,9 triliun, seiring dengan pertumbuhan bisnis pengembangan properti dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Pengguna WhatsApp Kini Bisa Pilih Hilangkan Pesan Secara Default
Per September tahun 2021, pendapatan properti LPKR naik 26% YoY menjadi Rp3 triliun, kesehatan naik 47% YoY menjadi Rp5,9 triliun, dan properti sewa naik 72,7% YoY menjadi Rp2,07 triliun.
Terkait kinerja yang positif tersebut, CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa bisnis properti semakin membaik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan penurunan kasus Covid-19. "Hal ini didukung juga oleh sejumlah insentif dari pemerintah, suku bunga rendah, dan tingginya permintaan di segmen milenial. Industri properti memiliki prospek cerah untuk pertumbuhan berkesinambungan," tuturnya.
Kinerja LPKR juga ditandai dengan naiknya pendapatan sepanjang 9 bulan di tahun 2021. Pendapatan LPKR naik 44% YoY (year on year) menjadi Rp10,9 triliun dan EBITDA naik sebesar 84% menjadi Rp2,9 triliun, seiring dengan pertumbuhan bisnis pengembangan properti dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Pengguna WhatsApp Kini Bisa Pilih Hilangkan Pesan Secara Default
Per September tahun 2021, pendapatan properti LPKR naik 26% YoY menjadi Rp3 triliun, kesehatan naik 47% YoY menjadi Rp5,9 triliun, dan properti sewa naik 72,7% YoY menjadi Rp2,07 triliun.
Terkait kinerja yang positif tersebut, CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa bisnis properti semakin membaik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan penurunan kasus Covid-19. "Hal ini didukung juga oleh sejumlah insentif dari pemerintah, suku bunga rendah, dan tingginya permintaan di segmen milenial. Industri properti memiliki prospek cerah untuk pertumbuhan berkesinambungan," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :