Transfree, Startup Fintech Tenant Inkubator LPDB-KUMKM Mampu Layani Pengiriman Uang dari 40 Negara
Sabtu, 11 Desember 2021 - 15:22 WIB
"Setelah kembali ke Indonesia, secara resmi saya mendirikan Transfree dengan nama PT Pelita Transfer Nusantara di Jakarta, dengan tujuan untuk menjembatani transaksi keuangan antara Indonesia dengan dunia," kata Crisman.
Berkembang Pesat
Secara perizinan, Transfree juga telah mendapatkan perizinan dari Bank Indonesia sebagai perusahaan fintech yang resmi dan bisa melayani masyarakat dalam hal pengiriman uang. "Transfree juga dipercaya oleh Kementerian Riset Teknologi untuk mewakili Indonesia dalam kegiatan Co-Incubation di Yerevan Armenia pada 2019 silam. Pernah juga menjadi juara pertama dalam kegiatan entrepreneur summit Kementrian Keuangan (LPDP)," tuturnya.
Bahkan, saat ini Transfree telah mampu melayani pengiriman uang lebih dari 40 negara dan memiliki lebih dari 50.000 customer terdaftar di berbagai belahan dunia.
Bisnis Transfree berkembang pesat. Crisman membangun bisnis ini, dengan bermodalkan Rp 700 juta. Dia merancang dan melakukan riset dan development produk bisnisnya agar bisa bersaing dan mendapat tempat di hati konsumen.
"Kita tahu bahwa dalam merintis usaha, pasti ada banyak masalah dan tantangan. Perjalanan tidak akan selalu mudah. Tetapi karena itu lah kita disebut pengusaha," ucapnya.
Berkembang Pesat
Secara perizinan, Transfree juga telah mendapatkan perizinan dari Bank Indonesia sebagai perusahaan fintech yang resmi dan bisa melayani masyarakat dalam hal pengiriman uang. "Transfree juga dipercaya oleh Kementerian Riset Teknologi untuk mewakili Indonesia dalam kegiatan Co-Incubation di Yerevan Armenia pada 2019 silam. Pernah juga menjadi juara pertama dalam kegiatan entrepreneur summit Kementrian Keuangan (LPDP)," tuturnya.
Bahkan, saat ini Transfree telah mampu melayani pengiriman uang lebih dari 40 negara dan memiliki lebih dari 50.000 customer terdaftar di berbagai belahan dunia.
Bisnis Transfree berkembang pesat. Crisman membangun bisnis ini, dengan bermodalkan Rp 700 juta. Dia merancang dan melakukan riset dan development produk bisnisnya agar bisa bersaing dan mendapat tempat di hati konsumen.
"Kita tahu bahwa dalam merintis usaha, pasti ada banyak masalah dan tantangan. Perjalanan tidak akan selalu mudah. Tetapi karena itu lah kita disebut pengusaha," ucapnya.
Lihat Juga :